Bagikan:

JAKARTA - China dan Amerika Serikat merupakan mitra penting bagi Indonesia, sehingga kerja sama dengan kedua negara harus seimbang dan konstruktif.

Hal itu dikatakan Meteri Luar Negeri RI Sugiono, saat bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan Dialog 2+2 dengan Menteri Luar Negeri Wang Yi dan Menteri Pertahanan Dong Jun di Beijing, China, Hari Senin.

"Pertemuan hari ini sangat baik bersejarah bagi kedua negara. Kita juga juga membicarakan hal-hal yang sifatnya meningkatkan hubungan komprehensif strategis bagi kedua negara, meningkatkan hubungan yang bermanfaat bagi peningkatan kemakmuran masyarakat kedua negara," kata Menlu Sugiono dalam keterangan kepada wartawan di Beijing Hari Senin, seperti dikutip 21 April.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangannya menuliskan, isu tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menjadi sorotan global turut dibahas dalam pertemuan.

Menlu Sugiono menyampaikan kekhawatiran Indonesia atas dampak perang tarif terhadap perekonomian dunia, serta menegaskan pentingnya dialog untuk mencari solusi bersama, kata Kemlu RI.

Diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump beberapa waktu mengumumkan pengenaan tarif timbal balik ke berbagai negara, termasuk Indonesia yang terkena tarif timbal balik sebesar 32 persen.

Akhir pekan lalu, Menlu Sugiono juga membahas tarif timbal balik ini dengan timpalannya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam kunjungan kerja ke Washington, dikutip dari situs Departemen Luar Negeri AS.

AS dan China diketahui saling balas tarif impor, sejak pengumuman tarif Presiden Trump. Terakhir, AS mengenakan tarif impor terhadap China sebesar 145 persen, sedangkan China mengenakan tarif sebesar 125 persen terhadap impor AS.

Menlu Sugiono menekankan, Tiongkok dan Amerika Serikat adalah mitra penting bagi pembangunan Indonesia, karenanya kerja sama dengan kedua negara harus dijaga secara seimbang dan konstruktif, tulis Kemlu RI.