JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyebut arus lalu lintas kendaraan yang keluar dari wilayah Jabodetabek menuju Cikampek hingga Palimanan mulai terjadi peningkatan pada hari ini atau H-5 Lebaran.
Peningkatan volume kendaraan itu berdasarkan hasil pemantauan di Command Center KM 188.
"Kita memonitor pergerakan arus lalin dari Cikampek sampai ke Palimanan di KM 188 ini, dengan hasil bahwa tadi pagi jam 6, jam 7, dan jam 8, terjadi peningkatan arus keluar dari Jabodetabek," ujar Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Raden Slamet Santoso, Rabu, 26 Maret.
Sejak pagi, pergerakan kendaraan menuju ke arah timur mencapai 5.000-6.000 kendaraan. Kemudian, menurun pada siang hari.
Meski demikian, diprediksi akan ada pergerakan kembali menjelang malam. Sebab, saat ini semakin dekat dengan puncak arus mudik yang diperkirakan pada 28 Maret.
"Itu yang ke arah timur hampir mencapai sekitar 5.000 sampai dengan 6.000 kendaraan dari empat gabungan gate tol, namun pada jam 9 terjadi penurunan. Ini perlu kita antisipasi, kemungkinan setelah salat tarawih nanti malam akan ada pergerakan lagi. Harapannya, kami sudah mengantisipasi di KM 188 ini," sebut Slamet.
BACA JUGA:
KM 188 merupakan titik penyeimbang jika diberlakukannya rekayasa lalu lintas One Way, baik di jalur A maupun jalur B. Selain itu, KM 188, Cikatama, dan Kalikangkung juga menjadi titik krusial.
"KM 188 ini adalah penyeimbang, penyeimbang antara apabila diberlakukan One Way antara jalur A maupun jalur B, maka akan kita seimbangkan di sini. Ini menjadi titik krusial juga di KM 188, kemudian Cikatama, Pejagan, dan Kalikangkung," tambahnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya insiden di jalur-jalur bottleneck, personel sudah disiagakan. Mereka akan mengurai kepadatan arus lalu lintas, baik di KM 47, KM 70, dan KM 101.
"Kemudian yang kita antisipasi tadi ada beberapa insiden di jalur-jalur yang memiliki bottle neck. Di KM 47, dari enam lajur menjadi empat lajur. Di KM 70, dari empat lajur menjadi tiga lajur. Kemudian di KM 101, dari tiga lajur menjadi dua lajur. Tadi anggota sudah siap semua untuk menangani apabila terjadi kepadatan arus lalu lintas," kata Slamet.