Bagikan:

JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr ZelenskYy meminta Amerika Serikat memberikan sanksi kepada Rusia, yang menurutnya jelas-jelas tidak mengejar "perdamaian" setelah serangan drone Moskow yang menyebabkan kerusakan di beberapa tempat.

Zelenskyy menyoroti serangan terhadap kampung halamannya di Kryvyi Rih dan wilayah utara Sumy.

Amerika Serikat mengatakan pihaknya setuju untuk melakukan kesepakatan terpisah dengan Ukraina dan Rusia guna menghentikan sementara serangan mereka di Laut Hitam dan terhadap target energi masing-masing, meskipun tidak jelas kapan kesepakatan tersebut mulai berlaku.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan kesepakatan tersebut berlaku segera, tetapi Kremlin mengatakan kesepakatan Laut Hitam tidak akan berlaku kecuali beberapa bank Rusia dihubungkan kembali dengan sistem keuangan internasional.

Kremlin mengatakan pihaknya sudah menerapkan penghentian sementara serangan energi.

Tidak ada pernyataan Ukraina yang mengatakan Rusia menyerang infrastruktur energi dalam semalam, tetapi Zelenskyy mengatakan pernyataan itu bertentangan dengan semangat perundingan damai.

"Meluncurkan serangan berskala besar setelah perundingan gencatan senjata merupakan sinyal yang jelas bagi seluruh dunia bahwa Moskow tidak akan mengejar perdamaian sejati," tulis Zelenskyy di X dilansir Reuters, Rabu, 26 Maret.

Rusia yang hanya melaporkan penghancuran pesawat tanpa awak, mengatakan telah menghancurkan sembilan drone termasuk dua di atas Laut Hitam.

Moskow mengatakan Ukraina telah mencoba menyerang fasilitas penyimpanan gas di Krimea yang diduduki Rusia dan infrastruktur energi di wilayah Kursk dan Bryansk Rusia. Tidak ada laporan kerusakan apa pun.

Tidak ada tanggapan langsung dari Kyiv. Militer Ukraina melaporkan 117 serangan drone dan pejabat setempat mengatakan kota Kryvyi Rih telah dilanda serangan drone terbesar yang pernah dihadapinya sejak invasi skala penuh Rusia pada tahun 2022.

"Tampaknya, ini adalah cara penjajah 'menginginkan perdamaian'," tulis Oleksandr Vilkul, kepala administrasi militer, di aplikasi perpesanan Telegram, dengan mengatakan serangan itu memicu kebakaran dan merusak bangunan.

Dia mengatakan setidaknya ada 15 ledakan di kota itu, yang telah diserang secara teratur selama perang.

"Yang terpenting, tidak ada kematian atau cedera."