JAKARTA - KBRI Bucharest dan Kementerian Luar Negeri Rumania meluncurkan logo resmi peringatan 75 tahun hubungan diplomatik pada 2025 pada Senin pekan ini, menandai eratnya kemitraan kedua negara sejak 1950.
Hubungan bilateral kedua negara telah terjalin sejak Rumania mengakui kedaulatan Indonesia pada 1950 serta kunjungan Presiden Soekarno ke Bucharest, Rumania.
Sejak itu, kedua negara terus membangun kemitraan yang erat, memperkuat kerja sama, serta memperkuat sinergi untuk kesejahteraan bersama.
Duta Besar RI untuk Rumania Meidyatama Suryodiningrat menegaskan, hubungan bilateral kedua negara telah berkembang lebih dari sekadar aspek politis dan didasarkan pada rasa saling percaya.
"75 tahun yang lalu, sebuah negara muda yang baru merdeka membutuhkan dukungan, dan Rumania hadir sebagai sahabat sejati ketika mengakui de facto kedaulatan republik muda ini,” ujar Dubes Meidyatama dalam sambutannya pada acara 'The Unveiling of the 75th Anniversary Logo of Indonesia-Romania Diplomatic Relations & Indonesia-Romania Tourism Forum' di Bucharest, melansir keterangan KBRI Bucharest, Jumat 14 Maret.
Senada dengan Dubes Meidyatama, Direktur Asia-Pasifik dan Amerika Latin, Kementerian Luar Negeri Rumania Diana Tase juga mengenang hubungan kedua negara yang telah terjalin sejak 1950.
"Selama 75 tahun, Indonesia telah menjadi mitra utama bagi Rumania di Asia. Bersama-sama, kita telah membangun hubungan yang kokoh berdasarkan kepercayaan, saling menghormati, dan kemakmuran kedua negara," ujar Direktur Tase.
Logo peringatan 75 tahun hubungan diplomatik menggunakan desain pita berwarna bendera kedua negara, menggabungkan elemen Garuda Pancasila Indonesia dan National Coat of Arms Rumania. Kedua hal tersebut melambangkan koneksi dan keberlanjutan, serta mencerminkan persatuan dan kesinambungan hubungan Indonesia-Rumania.
Peluncuran logo ini menjadi awal dari rangkaian peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rumania yang akan berlangsung sepanjang 2025.
Selain peluncuran logo 75 tahun, KBRI Bucharest juga berupaya memperluas kerja sama di sektor pariwisata, dengan menyelenggarakan Indonesia-Romania Tourism Forum. Dubes Meidyatama mengatakan, hubungan masyarakat (people-to-people contact) antara kedua negara semakin berkembang.
"Dalam dua tahun terakhir, jumlah WNI di Rumania meningkat lebih dari dua kali lipat, sementara lebih dari 52.000 warga Rumania telah berkunjung ke Indonesia. Ini mencerminkan semakin kuatnya konektivitas masyarakat kita dan hal tersebut juga yang menjadi landasan bagi forum pariwisata ini," jelas Dubes Meidyatama
Direktur Tase juga berharap agar kedua negara dapat terus berhubungan erat dan memperluas kerja sama.
BACA JUGA:
"Sebagai anggota Uni Eropa, Rumania berkomitmen untuk terus memperdalam hubungan dengan Indonesia, yang memiliki peran strategis sebagai pendiri ASEAN dan jembatan ke Asia Tenggara," kata Direktur Tase.
Selain perwakilan Kementerian Luar Negeri Rumania, acara ini juga dihadiri oleh Konsul Kehormatan Indonesia Emil Sirbu, serta delegasi industri pariwisata dari Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) dan Asosiasi Nasional Agen Perjalanan Rumania (ANAT).
Menyemarakan acara kali ini, ada penampilan Tari Tortor dari Sumatera Utara dan hidangan khas Indonesia seperti cendol, kue lapis, pastel, bakso, nasi goreng, tempe mendoan dan sate ayam.