Bagikan:

JAKARTA - Mantan panglima militer Ukraina yang saat ini menjadi duta besar untuk Inggris Valeriy Zaluzhnyi mengatakan pada Hari Kamis, Amerika Serikat "menghancurkan" tatanan dunia saat ini.

Jenderal Zaluzhnyi mengatakan Ukraina telah mempertahankan kemerdekaannya meskipun "permusuhan dan ancaman datang, bahkan dari teman-teman".

Pernyataan tajamnya, yang disampaikan di think tank Chatham House London, muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membekukan bantuan militer dan pembagian intelijen dengan Kyiv, dalam upaya untuk mendorong Presiden Zelensky ke dalam perundingan damai dengan Rusia, sementara menolak untuk menawarkan jaminan keamanan kepada Kyiv.

"Jelas Gedung Putih telah mempertanyakan persatuan seluruh dunia Barat," kata Zaluzhnyi, melansir Reuters 7 Maret.

"Karena kita melihat bukan hanya poros kejahatan dan Rusia yang mencoba merevisi tatanan dunia, tetapi AS akhirnya menghancurkan tatanan ini," lanjutnya.

Para pemimpin Eropa pada Hari Kamis mengatakan mereka akan mendukung Ukraina, meningkatkan anggaran pertahanan, untuk memungkinkan mereka melawan Rusia.

Negeri Paman Sam telah menjadi pendukung utama, intelijen, peralatan, serta dukungan finansialnya sangat penting bagi Kyiv.

Zaluzhnyi menambahkan, Ukraina harus menerima jaminan keamanan dan "harus menghindari peran sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi apa pun".

Jenderal Zaluzhnyi secara luas populer di Ukraina dan dipandang sebagai penantang potensial bagi Presiden Zelensky ketika Ukraina mengadakan pemilihan umum, meskipun ia belum menyuarakan ambisi yang jelas untuk mencalonkan diri.

Pemilu saat ini dilarang oleh deklarasi darurat militer setelah Rusia memulai invasi skala penuh pada bulan Februari 2022.

Diketahui, Presiden Zelenskiy mencopot Zaluzhnyi dari jabatan panglima angkatan bersenjata Ukraina tahun lalu setelah kemunduran di medan perang.

Pasukan Rusia sekarang menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina dan secara bertahap telah maju di wilayah timur negara itu.