Bagikan:

JAKARTA - Badan-badan pemerintah di Makkah, Arab Saudi meningkatkan pelayanan terbaik bagi jemaah, termasuk jemaah umrah, dengan perkiraan ada lonjakan jemaah dari dalam dan luar negeri.

Otoritas Umum untuk Perawatan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi telah meluncurkan rencana musim Ramadan dengan beberapa proyek, lapor Saudi Press Agency dikutip dari Arab News 3 Maret.

Layanan Tahallul dari Nusuk telah diujicobakan di lima lokasi di dalam Masjidil Haram, dengan mengikuti standar kebersihan yang ketat.

Untuk pertama kalinya, otoritas tersebut menawarkan layanan potong rambut keliling melalui kereta dorong yang dirancang khusus yang bergerak mengikuti orang banyak.

Selain itu, layanan penyimpanan barang bawaan telah ditingkatkan dengan rak-rak khusus dan sistem pelacakan elektronik, termasuk enam titik penurunan barang di pintu masuk utama masjid.

Jumlah mobil gol listrik dilipat gandakan hingga 400 unit yang didistribusikan di 11 lokasi di dalam Masjidil Haram.

layanan di makkah
Peningkatan layanan selama Ramadan di Makkah. (Sumber: SPA)

Berikutnya, otoritas Makkah juga meningkatkan distribusi makanan berbuka puasa melalui pendaftaran elektronik, memperkenalkan rambu petunjuk berbasis lokasi untuk akses pengunjung, dan meningkatkan kehadiran tim pelapor sepanjang waktu untuk menangani pertanyaan dan permintaan pemeliharaan.

Berkoordinasi dengan otoritas terkait, otoritas tersebut telah mengembangkan rencana pengelolaan dan panduan keramaian di dalam Dua Masjid Suci (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) dan halamannya. Personel khusus telah dikerahkan untuk panduan khusus, dan jalur yang jelas telah ditetapkan untuk memastikan pergerakan yang lancar.

Area salat di kedua masjid telah disiapkan untuk menampung jumlah jemaah terbanyak sekaligus memastikan kenyamanan selama beribadah.

Otoritas tersebut juga telah meluncurkan inisiatif Pemandu Jalan Kaki, yang menyediakan tim terlatih untuk membantu pengunjung dan jemaah umrah dalam menjelajahi masjid dan menanggapi pertanyaan dalam berbagai bahasa.

Sementara itu, Pemerintah Kota Makkah telah mulai melaksanakan rencananya untuk layanan kota, termasuk sanitasi publik, pembuangan limbah, pengendalian hama hingga pemantauan tempat usaha komersial yang terkait dengan kesehatan masyarakat.

Layanannya juga mencakup pemeriksaan kesesuaian produk makanan, pemeliharaan dan pembersihan fasilitas kota, persiapan infrastruktur dan pengawasan toilet umum, taman, ruang terbuka hijau hingga jaringan drainase.

Cabang wilayah Makkah dari Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan telah mulai melaksanakan rencananya untuk menyambut jamaah di seluruh provinsi di wilayah tersebut.

Ini termasuk membersihkan, melengkapi, dan memberi wewangian pada masjid, memelihara peralatan, memastikan ketersediaan perlengkapan salat dan mengintensifkan kunjungan inspeksi untuk memverifikasi kesiapan masjid dalam menerima jamaah.