JAKARTA - Wakil Menteri (Wamen) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani menyoroti fenomena tren 'kabur aja dulu' yang belakangan ramai digaungkan masyarakat menyusul hebohnya tagar tersebut di media sosial.
Christina mengajak semua warga untuk membalikkan persepsi negatif kepada pemerintah dari narasi "kabur aja dulu" menjadi motivasi untuk mencari penghasilan ke luar negeri.
"Kalau kemarin kita sempat dengar ada hashtag 'kabur aja dulu' ya, nah sekarang kita ganti 'kerja di luar negeri dulu' ya. Itu menjadi salah satu opsi selain kita bisa bekerja juga di dalam negeri. Jadi, peluangnya tidak terbatas," ungkap Christina dalam job fair di Tamini Square, Jakarta Timur, Rabu, 26 Februari.
Pada tahun ini, Kementerian P2MI menargetkan penempatan keluar negeri pekerja migran sebanyak 425 ribu orang. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 297 ribu orang.
"Apakah ini sesuatu yang mustahil? Tidak. Karena sebetulnya di tahun 2024 sendiri permintaan yang datang dari luar negeri sebanyak 1,3 juta," ucap Christina.
Namun, Christina mengaku pemerintah pusat belum sanggup memenuhi target tersebut tanpa peran dari pemerintah daerah dan lintas sektornya. Oleh karena itu, penyelenggaraan job fair di Jakarta menjadi salah satu upaya kolaborasi penempatan kerja di luar negeri.
"Jangan khawatir soal skill dulu, karena banyak sekali peluang-peluang ada. Nanti ketika sudah tahu apa, baru bisa memutuskan mungkin mau ikut pelatihan di PPKD mana, pelatihan bahasa Jepang mungkin, bahasa Korea, dan lain-lain," jelas dia.
BACA JUGA:
Hari ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka bursa kerja atau job fair pertama di masa pemerintahannya bersama Gubernur DKI Pramono Anung. Job fair kali ini dilaksanakan dengan target 2.500 pencari kerja, 1.900 lapangan kerja, dan diikuti oleh 37 perusahaan.
Rano menuturkan, job fair ini akan menjadi awal dari pembukaan lapangan kerja seperti yang dijanjikannya di masa kampanye Pilkada 2024.
"Jakarta sekarang masih membutuhkan lapangan kerja. Pemprov DKI akan menciptakan 500 ribu lapangan kerja," ucap Rano.
Dalam janji yang pernah diucapkan selama kampanye, Pramono-Rano akan membuka job fair tingkat kecamatan pada tiga bulan sekali. Namun, ternyata Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (TKTE) DKI Jakarta bisa menggelar sebulan sekali.
Rano melihat pasar kerja sangat membutuhkan tenaga kerja. Untuk itu, Pemprov DKI akan memudahkan para pencari kerja dengan cara mendekatkan pasar kerja kepada warga Jakarta.
“Selama ini job fair dilakukan enam bulan sekali dan tempatnya jauh, seperti di SMESCO. Untuk ke sana saja sudah memerlukan biaya yang besar. Saya ingin potong itu. Kita bikin job fair di kecamatan-kecamatan karena wilayah industi ada di sekitar itu,” jelas dia.