Bagikan:

JAKARTA - Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid merespons bijak tren tagar #KaburAjaDulu yang sedang ramai di media sosial. Dia menilai tagar itu bukan sebuah kebencian, melainkan ungkapan kecintaan agar menjadi bahan evaluasi pemerintah.  

Menurut Jazilul, semua pihak, baik pejabat eksekutif, legislatif, dan pemegang kekuasaan lainnya harus merespons secara positif tagar yang disuarakan anak-anak muda melalui media sosial itu.

"Apa yang menjadi aspirasi, pandangan saudara-saudara kita, anak-anak muda yang ada di luar negeri maupun yang ada di Indonesia harus direspons secara positif," ujar Jazilul, Kamis, 20 Februari. 

"Maka kita harus merespon secara arif dan bijaksana, karena tagar ini bukan kebencian, tetapi justru kecintaan kepada Indonesia," sambung Wakil Ketua Umum DPP PKB itu. 

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu menilai, tagar tersebut merupakan bentuk kritik yang disampaikan anak-anak muda yang menginginkan agar Indonesia semakin baik. Maka menurutnya, kritik, aspirasi, dan masukan yang mereka sampaikan harus direspons dengan bijaksana.

Agar anak-anak muda tidak kabur ke luar negeri, lanjut Jazilul, maka pemerintah harus membuat kebijakan yang baik, adem, dan sesuai dengan pikiran anak-anak muda. Kebijakan yang sudah dibuat juga harus dilaksanakan dengan baik.

"Mungkin saja kritik itu ditujukan kepada pemerintahan. Supaya mereka nggak kabur tentu buat kebijakan yang adem dan dilaksanakan secara baik, supaya semuanya rukun dalam satu rumah kira-kira begitu. Tagar ini kalau saya pribadi adalah tagar kecintaan. Bukan juga tagar seperti istri yang ngambek sama suami," kata Jazilul. 

Legislator asal Dapil Jawa Timur X itu menilai, tagar yang disampaikan anak-anak muda itu harus menjadi bahan untuk evaluasi dan perbaikan diri. Sebab menurutnya, masih banyak yang harus dilakukan perbaikan sehingga ke depannya negeri ini akan semakin baik.

Jazilul juga meminta agar anak-anak muda tidak kabur dari Indonesia. Dia menegaskan bahwa negara ini didirikan untuk semua warga Indonesia tanpa terkecuali. 

"Mereka semua berhak tinggal di negeri ini. Saya minta jangan kabur lah. Negara ini didirikan oleh para pendirinya untuk semua warga Indonesia tanpa pandang bulu," tandas Jazilul.