JAKARTA - Utusan PBB untuk Lebanon dan pasukan penjaga perdamaian memperingatkan, penundaan penarikan mundur Israel dari lima titik di negara itu melanggar resolusi PBB yang mengakhiri perang Hizbullah-Israel tahun 2006 dan menjadi dasar gencatan senjata baru-baru ini.
"Hari ini menandai berakhirnya periode yang ditetapkan untuk penarikan Israel Defense Forces dan pengerahan Angkatan Bersenjata Lebanon secara paralel ke posisi-posisi di Lebanon selatan," bunyi pernyataan bersama, melansir The Times of Israel 18 Februari.
"Penundaan lain dalam proses ini tidak seperti yang kami harapkan, paling tidak karena hal ini melanjutkan pelanggaran Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 (2006)," lanjutnya.
Dalam pernyataan itu, PBB juga memuji kemajuan yang dicapai saat Israel menarik mundur pasukannya.
"Namun, hal ini seharusnya tidak menutupi kemajuan nyata yang telah dicapai sejak Kesepakatan ini mulai berlaku pada akhir November. Israel Defense Forces telah menarik diri dari pusat-pusat populasi di Lebanon selatan dan Angkatan Bersenjata Lebanon telah dikerahkan dalam kondisi yang menantang, mendukung kembalinya masyarakat dan bekerja untuk memulihkan layanan-layanan penting," kata pernyataan itu.
Berdasarkan gencatan senjata yang ditengahi oleh Washington pada Bulan November 2023, pasukan Israel diberi waktu 60 hari untuk menarik diri dari Lebanon selatan tempat mereka melancarkan serangan darat terhadap pejuang dari Hizbullah yang didukung Iran sejak awal Oktober, melansir Reuters.
Batas waktu tersebut kemudian diperpanjang hingga 18 Februari, tetapi militer Israel meminta agar pasukannya tetap berada di lima pos di Lebanon selatan, kata sebuah sumber.
Pada Hari Senin, petinggi Hizbullah mengatakan, Israel harus menarik seluruh pasukannya dari Lebanon selatan. Keberadaan pasukan Israel setelah 18 Februari dinilai sebagai pendudukan.
Israel mengatakan akan menepati batas waktu penarikan, namun akan mempertahankan keberadaan pasukannya di lima wilayah strategis.
"Mulai hari ini, IDF akan tetap berada di zona penyangga di Lebanon di lima pos terdepan strategis dan akan terus menegakkan dengan tegas dan tanpa kompromi terhadap pelanggaran apa pun oleh Hizbullah," katanya.
BACA JUGA:
"Hizbullah harus mundur sepenuhnya melewati garis Sungai Litani dan tentara Lebanon harus menegakkan dan melucuti senjatanya di bawah pengawasan mekanisme yang ditetapkan di bawah kepemimpinan AS," kata Katz.
"Kami bertekad untuk memberikan keamanan penuh kepada semua komunitas utara," tambah Menhan Katz.
Lebanon mengonfirmasi penarikan pasukan Israel, dengan militer mereka kemudian menggantikan posisi pasukan IDF di sepanjang perbatasan selatan.
Lebanon kemudian memperingatkan, sisa pasukan Israel di wilayah selatan Lebanon setelah Hari Selasa akan dianggap sebagai pendudukan dan akan meminta bantuan ke Dewan Keamanan PBB untuk menertibkan Israel.