Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan pada Hari Minggu, Ukraina dan Eropa akan menjadi bagian dari "perundingan nyata" untuk mengakhiri perang dengan Rusia, menandakan perundingan AS dengan Rusia minggu ini merupakan kesempatan untuk melihat seberapa serius Presiden Rusia Vladimir Putin tentang perdamaian.

Diplomat tertinggi Amerika itu menepikan kekhawatiran Eropa akan dikeluarkannya perundingan awal antara Rusia dan Amerika Serikat yang akan berlangsung di Arab Saudi dalam beberapa hari mendatang.

Dalam wawancara dengan CBS Menlu Rubio mengatakan, proses perundingan belum dimulai dengan sungguh-sungguh, dan jika perundingan berlanjut, Ukraina dan negara-negara Eropa lainnya akan dilibatkan.

"Presiden Trump berbicara dengan Vladimir Putin minggu lalu, dan dalam pembicaraan itu, Vladimir Putin menyatakan minatnya pada perdamaian, dan presiden menyatakan keinginannya untuk mengakhiri konflik ini dengan cara yang bertahan lama dan melindungi kedaulatan Ukraina," Jelas Menlu Rubio dalam acara "Meet the Press" di CBS, melansir Reuters 17 Februari.

"Sekarang, jelas bahwa hal itu harus ditindaklanjuti dengan tindakan, jadi beberapa minggu dan hari ke depan akan menentukan apakah ini serius atau tidak. Pada akhirnya, satu panggilan telepon tidak akan menghasilkan perdamaian," katanya.

Sebelumnya, pejabat AS dilaporkan telah menyerahkan kuesioner kepada pejabat Eropa yang menanyakan, antara lain, berapa banyak pasukan yang dapat mereka sumbangkan untuk menegakkan perjanjian damai antara Ukraina dan Rusia.

Sementara itu, Utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff dan Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada Minggu malam, kata Witkoff dalam wawancara dengan Fox News.

Menlu Rubio mencatat, Ia akan tetap berada di Arab Saudi karena perjalanan resmi yang telah diatur sebelumnya. Komposisi delegasi Rusia belum ditetapkan, katanya.

Menlu Rubio mengatakan, Ukraina dan negara-negara Eropa lainnya akan diikutsertakan dalam setiap negosiasi yang berarti.

"Pada akhirnya, ini akan mencapai titik tertentu - jika ini adalah negosiasi yang sesungguhnya dan kita belum sampai di sana - tetapi jika itu terjadi, Ukraina harus terlibat karena merekalah yang diserbu, dan negara-negara Eropa harus terlibat karena mereka juga telah memberikan sanksi kepada Putin dan Rusia," urai Menlu Rubio.

"Kita belum sampai di sana," tandasnya.

Pekan lalu, Presiden Trump melakukan panggilan telepon dengan Presiden Putin. Setelahnya, Ia melakukan panggilan telepon dengan Presiden Zelensky. Ia mengatakan keduanya menginginkan perdamaian.

"Saya pikir ia ingin mengakhirinya, dan mereka ingin mengakhirinya dengan cepat. Keduanya," katanya, seraya menambahkan "Presiden Zelensky juga ingin mengakhirinya."

Pendekatan sepihak Presiden Trump kepada Presiden Putin pada Hari Rabu, disertai dengan konsesi atas tuntutan utama Ukraina, menimbulkan kekhawatiran bagi Kyiv dan sekutu Eropa di NATO yang mengatakan mereka khawatir Gedung Putih mungkin membuat kesepakatan tanpa mereka.

Presiden Trump pun menegaskan akan melibatkan Ukraina dan pihak lain dalam perundingan damai dengan Rusia.

"Mereka adalah bagian dari itu. Kami akan melibatkan Ukraina, dan kami akan melibatkan Rusia, dan kami akan melibatkan orang lain, banyak orang," kata Presiden Trump.