Bagikan:

JAKARTA - Amerika Serikat dan Ukraina mengatakan pada Hari Minggu, setiap kesepakatan yang akan dicapai untuk menghentikan perang dengan Rusia harus sepenuhnya menjunjung tinggi kedaulatan Kyiv, setelah perundingan "konstruktif" antara pejabat AS, Ukraina dan Eropa di Jenewa, Swiss.

Pejabat senior AS dan Ukraina menggelar pembicaraan di Jenewa Hari Minggu guna membahas proposal baru untuk mengakhiri perang. Delegasi AS dipimpin Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff. Sementara, delegasi Ukraina dipimpin Kepala Staf Kepresidenan Andriy Yermak.

Setelah pertemuan selama sehari yang dimulai berdasarkan proposal AS yang dikritik karena menguntungkan Rusia, para negosiator telah merancang "kerangka kerja perdamaian yang diperbarui dan disempurnakan," demikian pernyataan bersama AS-Ukraina, melansir Al Arabiya dari AFP 24 November.

"Perundingan tersebut konstruktif, terfokus, dan saling menghormati, menggarisbawahi komitmen bersama untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi," demikian pernyataan bersama tersebut.

"Mereka menegaskan kembali bahwa setiap perjanjian di masa depan harus sepenuhnya menjunjung tinggi kedaulatan Ukraina dan menghasilkan perdamaian yang berkelanjutan dan adil," lanutnya, seraya mencatat "kemajuan yang berarti."

Presiden AS Donald Trump telah memberi Ukraina waktu hingga 27 November untuk menyetujui rencananya guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun, yang dimulai setelah Rusia melancarkan invasi besar-besaran.

Namun, Kyiv menginginkan perubahan pada rancangan tersebut yang menerima berbagai tuntutan garis keras Rusia, dengan rencana 28 poin yang mengharuskan negara yang diinvasi untuk menyerahkan wilayah, mengurangi jumlah tentaranya, dan berjanji untuk tidak pernah bergabung dengan NATO.

Kedua belah pihak berjanji untuk terus mengerjakan proposal bersama "dalam beberapa hari mendatang."

Gedung Putih mengatakan dalam pernyataan terpisah, perundingan tersebut menandai "sebuah langkah maju yang signifikan."

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membanggakan kemajuan yang "luar biasa" setelah seharian pertemuan, sementara kepala delegasi Ukraina, Andriy Yermak, juga mengatakan kedua belah pihak telah membuat "kemajuan yang sangat baik."

Menlu Rubio mengatakan kepada wartawan, upaya untuk mempersempit area perselisihan telah maju "dengan cara yang sangat substansial."

"Saya dapat memberi tahu Anda bahwa hal-hal yang masih terbuka bukanlah hal yang mustahil," ujarnya, seraya menambahkan, "Saya sungguh-sungguh yakin kita akan sampai di sana."

Lebih jauh ia menekankan, setiap kesepakatan akhir "harus disetujui oleh para presiden, dan ada beberapa isu yang perlu terus kita kerjakan" sebelum mencoba melibatkan Kremlin, yang menyambut baik proposal awal.

"Jelas, Rusia mendapatkan hak suara," tandasnya.

Delegasi Ukraina telah merujuk pada versi baru rancangan rencana AS, yang belum dipublikasikan, dengan mengatakan rancangan tersebut "sudah mencerminkan sebagian besar prioritas utama Ukraina."

Menlu Rubio mengatakan, ia berpikir Presiden Donald Trump "cukup senang dengan laporan yang kami berikan kepadanya tentang jumlah kemajuan yang telah dicapai."

Ditanya apakah kesepakatan dapat dicapai pada Hari Kamis, seperti yang diminta oleh Presiden AS, ia mengatakan "batas waktunya adalah kami ingin menyelesaikan ini sesegera mungkin."

"Saya pikir kami telah membuat kemajuan yang luar biasa. Saya merasa sangat optimis kita akan mencapai tujuan tersebut dalam jangka waktu yang sangat wajar, segera," tandas Menlu Rubio.