JAKARTA - Kremlin mengatakan negosiasi perdamaian antara Rusia dan Ukraina disetop sementara. Kremlin menuduh negara-negara Eropa menghalangi proses yang menurut mereka tetap terbuka bagi Moskow.
Negosiator Rusia dan Ukraina telah mengadakan tiga putaran perundingan langsung tahun ini di Istanbul, terakhir pada 23 Juli, yang telah menghasilkan beberapa kesepakatan untuk memulangkan tawanan perang dan jenazah korban.
Namun, kedua belah pihak masih belum sepakat mengenai seperti apa kemungkinan kesepakatan damai tersebut.
Rusia menuduh Kyiv tidak mengakui apa yang disebutnya "realitas di lapangan”.
Sementara Ukraina mengatakan Moskow berpura-pura tertarik pada perundingan sambil terus berusaha merebut lebih banyak wilayahnya.
Upaya Presiden AS Donald Trump untuk menengahi kesepakatan sejauh ini sia-sia.
"Saluran komunikasi sudah tersedia dan berfungsi. Para negosiator kami memiliki kesempatan untuk berkomunikasi melalui saluran-saluran ini. Namun untuk saat ini, mungkin lebih tepat untuk mengatakan bahwa ada jeda,” ujar Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dilansir Reuters, Jumat, 12 September.
Moskow menolak usulan negara-negara Eropa dan Inggris untuk memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina yang mungkin melibatkan pengerahan pasukan NATO di lapangan setelah penyelesaian damai apa pun, dengan mengatakan bahwa mereka tidak dapat menerima langkah tersebut.
Peskov menyalahkan gagasan-gagasan tersebut atas jeda perundingan.
"Pihak Rusia tetap siap menempuh jalur dialog damai. Namun, fakta bahwa Eropa menghalangi hal ini memang benar. Ini bukan rahasia bagi siapa pun," ujarnya.