Bagikan:

JAKARTA - Rusia dan Amerika Serikat telah sepakat memulihkan misi diplomatik masing-masing negara di Moskow dan Washington, guna memfasilitasi keterlibatan diplomatik yang berkelanjutan, kata Menteri Luar Negeri Marco Rubio setelah pembicaraan dengan mitranya dari Rusia Sergei Lavrov.

"Kami akan membutuhkan kerja aktif misi diplomatik yang mampu berfungsi secara normal untuk dapat melanjutkan kontak ini," kata Menlu Rubio, mengutip TASS dari Associated Press 19 Februari.

Kantor berita tersebut mengatakan, peningkatan jumlah diplomat di Moskow dan Washington diperlukan untuk mempercepat upaya mencapai kesepakatan guna menyelesaikan konflik di Ukraina.

Menurut Menlu Lavrov, Moskow dan Washington sepakat untuk memastikan penunjukan duta besar di kedua ibu kota sesegera mungkin.

Angin sejuk ini datang setelah pertemuan delegasi senior kedua negara di Riyadh, Arab Saudi pada Hari Selasa.

Pertemuan delegasi Rusia dan Amerika Serikat dimulai pukul 7:30 pagi waktu setempat di salah satu istana keluarga kerajaan, Al Diriyah, Kompleks Albasateen.

pertemuan as rusia di arab saudi
Pertemuan delegasi Rusia dengan Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi. (Twitter/@mfa_russia)

Rusia diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, Ajudan Presiden Yury Ushakov, dan CEO Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) Kirill Dmitriev.

Sedangkan Amerika Serikat diwakili oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz dan Utusan Khusus untuk Timur Tengah Steve Witkoff.

Perundingan Riyadh ditujukan sebagai langkah untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina setelah Presiden Donald Trump, yang menjabat bulan lalu, memerintahkan pejabat tinggi untuk memulai perundingan, seperti dikutip dari Reuters.

Menlu Rubio mengatakan, kedua belah pihak sepakat sebagai langkah pertama untuk menunjuk tim pejabat guna "bekerja sangat cepat untuk membangun kembali fungsi misi masing-masing."

Kedua negara telah mengusir diplomat dan membatasi pengangkatan staf baru di misi masing-masing dalam serangkaian tindakan balasan selama dekade terakhir, yang menyebabkan kedutaan masing-masing kekurangan staf.

Menlu Rubio mengakui, langkah-langkah tersebut "benar-benar telah mengurangi kemampuan kami untuk beroperasi di Moskow" dan bahwa Rusia akan mengatakan hal yang sama tentang misinya di Washington.

Sebelumnya, Menlu Lavrov mengangkat masalah fungsi misi Rusia di AS dengan Menlu Rubio dalam panggilan telepon pada Hari Sabtu pekan lalu, kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

Langkah tersebut tampaknya menandakan pelonggaran signifikan pembatasan terhadap misi diplomatik Rusia di Amerika Serikat yang diberlakukan oleh Pemerintahan AS sebelumnya atas invasi Moskow ke Ukraina dan tindakan Rusia lainnya.

Menlu Rubio mengatakan, Ia tidak akan merundingkan secara terbuka rincian tentang bagaimana misi tersebut akan dipulihkan.