Bagikan:

JAKARTA - Isak tangis mewarnai penggusuran rumah padat penduduk di lahan Perumnas seluas 38 ribu meter yang berada di RT 05/08, Jalan Dr. Sumarno, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Rabu, 12 Februari, siang.

Penggusuran lahan tersebut dikeluhkan oleh warga setempat yang sudah menempati selama belasan tahun. Warga juga menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo atas realita apa yang telah dialaminya sebagai rakyat miskin.

"Tolong lah Pak Prabowo. Agar Pak Prabowo tahu. Saya orang susah," ujar Watini, sambil menangis karena rumahnya digusur PN Jaktim.

Selain menjadi korban penggusuran, suami Watini yang bekerja sebagai pedagang es kopyor itu juga sedang sakit-sakitan.

"Bapaknya (suami Watini) sakit-sakitan terus. Saya sudah 13 tahun (tinggal di sini). Bapaknya sakit-sakitan terus. Ini (anak perempuannya) tinggal di panti," katanya.

Karena kondisi ekonomi keluarga Watini kurang memadai, dia pun terpaksa menitipkan anaknya ke panti asuhan.

"Ini anak ta titipin di panti Duren Sawit. Saya hidup berdua sama bapaknya, bapaknya sakit-sakitan. Sehari-hari dagang es kopyor, saya dorong gerobak tiap hari," ujarnya.

Watini berharap kepada Presiden Prabowo agar memberikan perhatian khusus kepada warga kurang mampu terkait tempat tinggal yang layak dan keadilan.

"Katanya pemerintah mau memperhatikan yang rendah, kenapa yang rendah diperlakukan kayak gini," katanya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan rumah warga yang berdiri di lahan kosong di RT 05/08, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, digusur aparat gabungan dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Rabu, 12 Februari.

Pihak PN Jaktim juga mengerahkan satu alat ekskavator untuk merobohkan rumah warga yang terbuat dari material kayu dan triplek. Penertiban berlangsung dari pukul 09.00 WIB.