JAKARTA – Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farchan menilai, ekspresi kegusaran Presiden Prabowo Subianto terhadap para pembantunya merupakan sinyal kuat terjadinya reshuffle atau perombakan menteri di Kabinet Merah Putih.
Secara khusus, dia melihat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono bisa tergeser dari posisinya. Sebab, pernyataan itu dilontarkan Prabowo usai polemik yang muncul akibat kebijakan larangan penjualan gas elpiji 3 kilogram oleh pengecer dan pagar laut di pesisir Tangerang.
Menurut Yusak, sinyal reshuffle itu juga bisa diartikan sebagai simbol berakhirnya bulan madu antara Prabowo dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, Prabowo terlihat ingin menunjukan dirinya yang tidak bisa dikendalikan siapa pun, termasuk dari pengaruh Jokowi yang direpresentasikan melalui kehadiran eks menteri Jokowi di Kabinet Merah Putih.
“Bisa jadi dalam waktu dekat terjadi pembersihan orang- orang Jokowi di kabinet melalui kocok ulang atau reshuffle. Kalau kocok ulang terjadi, bisa jadi ada menteri yang di-reshuffle untuk memberi pos kepada PDI Perjuangan,” ujarnya, Minggu 9 Februari 2025.
Apalagi, saat ini elite-elite Gerindra dan PDIP tengah merancang pertemuan antara Prabowo dengan Megawati Soekarnoputri yang semakin menguatkan rumor bergabungnya PDIP di pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Perlu kita lihat seberani apa Prabowo melakukan (reshuffle) itu untuk menjadi presiden yang lepas dari bayang- bayang Jokowi,” tambah Yusak.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengisyaratkan akan melakukan reshuffle atau perombakan di jajaran Kabinet Merah Putih, khususnya bagi menteri-menteri yang kinerjanya dianggap buruk dan tidak bekerja untuk kepentingan rakyat.
Hal tersebut disampaikan presiden saat memberikan sambutan di acara Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-102 di di Istora, Senayan, Jakarta, Rabu 5 Februari lalu. “Siapa yang bandel, siapa yang ndablek, siapa yang tidak mau ikut dengan aliran besar ini dengan tuntutan rakyat pemerintah yang bersih, siapa yang tidak patuh, saya akan tindak,” tegas Prabowo.