Bagikan:

JAKARTA - Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Wilayah Palestina yang diduduki Francesca Albanese mengecam tindakan Israel di Tepi Barat sebagai "tindakan kriminal."

"Niat genosida terlihat jelas dalam cara Israel menargetkan seluruh warga Palestina," katanya dalam unggahan di X, melansir WAFA 3 Februari.

Lebih jauh Albanese menunjukkan, dirinya telah memperingatkan UNGA (Majelis Umum PBB) tentang hal ini dalam laporan terakhirnya pada Oktober 2024.

Dia menambahkan, niat genosida terlihat jelas dalam cara Israel menargetkan seluruh warga Palestina dan seluruh wilayah Palestina yang diduduki, yang diklaim Israel secara eksklusif ditujukan untuk penentuan nasib sendiri orang Yahudi.

Pejabat PBB tersebut meminta masyarakat internasional untuk campur tangan dan menghentikan penghancuran yang sedang berlangsung, yang menurutnya telah meluas hingga mencakup semua wilayah yang diduduki, bukan hanya Gaza.

"Sudah lewat waktunya untuk campur tangan guna menghentikannya," tandasnya.

Sebelumnya, militer Israel meledakkan gedung-gedung di kamp pengungsi Jenin, Tepi Barat yang diduduki pada Hari Minggu dalam operasi yang menurut kantor berita negara Palestina telah menghancurkan sekitar 20 gedung.

Militer Israel mengatakan 23 bangunan telah "dibongkar" di Tepi Barat utara setelah laboratorium bahan peledak, senjata dan pos pengamatan berhasil ditemukan, dikutip dari Reuters.

Diketahui, Jenin merupakan rumah bagi kamp pengungsi yang penuh sesak dihuni oleh keturunan warga Palestina yang diusir atau melarikan diri dari rumah mereka dalam perang tahun 1948 ketika negara Israel didirikan.

Kamp pengungsi di sana telah menjadi pusat aktivitas militan selama beberapa dekade, menjadi sasaran serangan berulang kali oleh pasukan keamanan Israel.

Pasukan Israel, yang didukung oleh helikopter dan buldoser lapis baja, memulai serangan terhadap kota tersebut pada tanggal 21 Januari, dua hari setelah gencatan senjata di Gaza antara Israel dan kelompok militan Hamas mulai berlaku.

Israel menganggap Tepi Barat sebagai salah satu bagian dari perang multi-front melawan kelompok-kelompok yang didukung Iran yang didirikan di sekitar perbatasannya, dari Gaza hingga Lebanon dan termasuk Houthi di Yaman, dan mengalihkan perhatiannya ke daerah tersebut segera setelah penghentian pertempuran di Gaza.

Setidaknya 25 warga Palestina telah tewas sejak operasi militer Israel dimulai di Jenin, termasuk sembilan anggota kelompok bersenjata, seorang pria berusia 73 tahun dan seorang gadis berusia dua tahun, menurut pejabat Palestina.

Militer Israel mengatakan telah menewaskan sedikitnya 35 militan dan menahan lebih dari 100 orang yang dicari.