JAKARTA - Rusia angkat bicara terkait Inggris dan Ukraina yang baru saja menandatangani perjanjian untuk mempererat hubungan militer kedua belah negara.
Ajudan Presiden Rusia, Nikolay Patrushev menilai lamanya perjanjian itu seperti Inggris ingin berupaya menciptakan koloni baru di Ukraina.
"Dengan menandatangani perjanjian kemitraan 100 tahun baru-baru ini dengan Kiev, London sebenarnya ingin menciptakan koloni terbarunya di wilayah Ukraina yang gagal," kata Patrushev dalamsesi wawancara dengan surat kabar Rossiyskaya Gazeta, dikutip dari Tass, Minggu 28 Januari.
Patrushev menjelaskan perjanjian ini mengatur kehadiran instruktur militer Inggris di Ukraina, penguatan jangkauan Inggris di Laut Hitam dan Laut Baltik, serta pemberian hak eksklusif kepada kapal-kapal militer Inggris wara-wiri di Laut Azov, laut pedalaman Rusia.
"Dengan adanya perjanjian itu, Inggris berusaha menutupi kebijakannya yang tidak bermoral dengan mengabaikan hukum internasional secara demonstratif, serta membuktikan dukungan penuhnya terhadap rezim neo-Nazi di Kiev," ujar Patrushev.
Adapun dokumen perjanjian ini diteken saat Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengunjungi Kiev, Ukraina belum lama ini.
Selain menetapkan kerja sama pertahanan yang komprehensif antara Inggris dan Ukraina, dokumen perjanjian itu juga membuka jalan bagi Inggris untuk memperoleh bahan bakar fosil Ukraina.
Rusia sebelumnya menyatakan akan mengkaji lebih lanjut ketentuan dalam dokumen perjanjian Inggris-Ukraina.