JAKARTA - Amerika Serikat, Australia, India dan Jepang berkomitmen kembali memperkuat sama setelah pertemuan pertama diplomat tinggi kelompok "Quad" yang berfokus pada China sejak Presiden Donald Trump kembali ke Gedung Putih.
Dalam pernyataan bersama setelah pembicaraan di Washington yang digelar Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, keempat negara tersebut mengatakan para pejabat akan bertemu secara teratur untuk mempersiapkan pertemuan puncak para pemimpin mendatang di India.
Keempat negara tersebut memiliki kekhawatiran yang sama mengenai kekuatan China yang semakin besar. Sementara para analis mengatakan pertemuan tersebut dirancang untuk memberikan sinyal melawan Beijing merupakan prioritas utama Trump, yang memulai masa jabatan keduanya pada Senin.
Rubio sebelumnya mengatakan dia menekankan pentingnya bekerja sama dengan sekutu "pada hal-hal yang penting bagi Amerika" selama pertemuan tersebut.
Dia berfoto bersama Penny Wong dari Australia, Subrahmanyam Jaishankar dari India, dan Takeshi Iwaya dari Jepang di depan bendera negara mereka sebelum pertemuan di Departemen Luar Negeri, tetapi tidak menanggapi pertanyaan dari wartawan.
“Pentingnya Quad (pertemuan para menteri luar negeri) terjadi dalam beberapa jam setelah pelantikan Pemerintahan Trump,” kata Jaishankar di X setelah pertemuan tersebut dilansir Reuters, Rabu, 22 Januari.
“Ini menggarisbawahi prioritas yang dimilikinya dalam kebijakan luar negeri negara-negara anggotanya,” sambungnya.
Keempat negara tersebut menyatakan kembali komitmen bersama “untuk memperkuat Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka di mana supremasi hukum, nilai-nilai demokrasi, kedaulatan, dan integritas wilayah dijunjung dan dipertahankan,” kata pernyataan bersama tersebut.
BACA JUGA:
“Kami juga sangat menentang tindakan sepihak apa pun yang berusaha mengubah status quo dengan kekerasan atau paksaan,” katanya, yang jelas merujuk pada ancaman China akan bertindak berdasarkan klaim kedaulatannya atas Taiwan yang diperintah secara demokratis.
Hal ini termasuk di Laut China Timur, tempat Jepang terlibat sengketa wilayah dengan Tiongkok, dan di Laut Cina Selatan yang diperebutkan, kata pemerintah Jepang dalam pernyataan selanjutnya.
Iwaya juga menyampaikan keprihatinan mengenai pengembangan senjata nuklir dan rudal Korea Utara pada pertemuan tersebut dan meminta bantuan untuk menyelesaikan perselisihan dengan Pyongyang mengenai penculikan warga Jepang oleh Korea Utara di masa lalu.
Dalam pertemuan bilateral terpisah, Iwaya mengatakan kepada Rubio dan penasihat keamanan nasional Trump, Mike Waltz, Jepang tidak punya pilihan selain terus memperkuat kemampuan pertahanannya mengingat situasi keamanan di Asia Timur.