JAKARTA - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menegaskan Spanyol adalah mitra yang dapat diandalkan di NATO.
Pengasan ini disampaikan Sanchez usai Presiden AS Donald Trump mengkritik Spanyok karena gagal memberikan kontribusi finansial kepada aliansi pertahanan tersebut.
Spanyol telah meningkatkan belanja pertahanan sebesar 70 persen dalam dekade terakhir. Sementara investasinya sebesar 30 persen pada peralatan baru berada di atas 20 persen yang disyaratkan oleh NATO, kata Sanchez dalam wawancara untuk CNBC.
Sanchez juga mengatakan partisipasi tentara Spanyol dalam operasi NATO “jauh di atas rata-rata”.
“Kami adalah mitra yang dapat diandalkan dan saya pikir Anda harus melihat lebih luas untuk melihat apakah suatu negara berkomitmen atau tidak terhadap keamanan sekutu NATO,” kata Sanchez dilansir Reuters, Rabu, 22 Januari.
Sekutu NATO akan membahas peningkatan kebutuhan belanja pertahanan dari target saat ini sebesar 2 persen dari produk domestik bruto pada pertemuan puncak di Den Haag musim panas ini.
Trump menegaskan negara-negara tersebut menaikkan kontribusinya menjadi 5 persen terhadap PDB, target yang saat ini tidak dapat dipenuhi oleh anggota NATO.
BACA JUGA:
Spanyol menghabiskan 22,27 miliar dollar AS untuk pertahanan pada tahun 2024, menurut data NATO, yang merupakan kontribusi terbesar ke-10 secara absolut di antara 31 sekutu NATO.
Namun jumlahnya diperkirakan mencapai 1,28 persen dari PDB negara tersebut, terendah secara relatif. AS menghabiskan 3,38 persen PDB tahun lalu untuk pertahanan, berdasarkan angka awal NATO.
“Spanyol sangat rendah,” kata Trump pada Senin ketika ditanya tentang kontribusinya kepada NATO.
Namun Trump juga secara keliru menyatakan Spanyol adalah anggota kelompok negara berkembang BRICS yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, dan lainnya.