Bagikan:

JAKARTA - Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengingatkan para pengusaha restoran untuk bertanggung jawab menyediakan lahan parkir khusus pengunjungnya.

Hal ini diungkapkan usai penggunaan trotoar di Jalan Wolter Mongonsidi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menjadi lahan parkir VIP disorot publik.

"Pengusaha restoran wajib menyediakan lahan atau kantong parkir yang cukup untuk menampung kendaraan pengunjung," kata Satriadi dalam keterangannya, Minggu, 19 Januari.

Satriadi menegaskan kewajiban penyediaan tempat parkir oleh para pelaku usaha untuk mencegah kendaraan diparkir di trotoar maupun bahu jalan yang dapat mengganggu pedestrian maupun arus lalu lintas.

"Trotoar bukanlah tempat parkir, melainkan diperuntukkan bagi pejalan kaki sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum," tutur Satriadi.

Selain pengusaha, para pengunjung restoran juga diingatkan untuk tidak memarkir kendaraan di trotoar. Parkir sembarangan tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

"Pengunjung restoran perlu memahami bahwa memarkir kendaraan di trotoar merupakan pelanggaran Perda yang sekaligus mengambil hak pejalan kaki," ucapnya.

Sebelumnya, Koalisi Pejalan Kaki mengunggah video kondisi trotoar di depan RM Sinar Mandala dan Tobak Korean Restaurant di Jalan Wolter Mongonsidi.

Di trotoar depan restoran tersebut, tampak posko vip parking yang menghalangi akses pejalan kaki dan guiding block. Terparkir juga mobil-mobil pengunjung restoran yang menghalangi jalur pedestrian. Sehingga, pejalan kaki terpaksa menggunakan sisi badan jalan untuk melintas.

"Kawasan Wolter Mongsidi harusnya berpihak kepada pejalankaki, namun dalam video ini, ternyata dominasi on-street parking (baca:parkir di trotoar) malah terlihat terbiasa, khususnya di kawasan kuliner, sehingga hal biasa ini menjadi terbiasa dan kebiasaan," tulis akun Instagram koalisipejalankaki.

"Arogansi kedua resto ini menjadi contoh buruk betapa hak pejalan kaki Dirampas dengan mudahnya, dan yang lebih buruk lagi hal ini menjadi pembiaran dari aparatur @dishubdkijakarta @sudinhub_jaksel @satpolpp.dki @satpolppjaksel," lanjutnya.