Bagikan:

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah hanya mengurusi kasus suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) dan perintangan penyidikan yang menjerat Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto.

Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan saat ini ada 100 kasus korupsi yang harus ditangani. Jumlah ini hanya diurusi 20 satuan tugas.

"Masing-masing satgas itu rata-rata enam sampai sembilan perkara yang sudah ditangani," kata Asep kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Januari.

Asep menerangkan pengusutan dugaan korupsi itu bisa dilihat dari para saksi yang dipanggil. Katanya, permintaan keterangan itu bukan hanya dilakukan dalam kasus Hasto tapi yang lainnya.

"Kemarin yang kita (lakukan, red) konferensi pers juga Taspen. Itu perkaranya sedang jalan," tegasnya.

"Jadi, tidak hanya perkaranya HK. Banyak perkara yang sedang kami tangani begitu," sambung Asep.

KPK ditegaskan bukan fokus terhadap tersangka tertentu. Proses yang terjadi adalah penyidik mencari bukti berupa keterangan maupun barang fisik lainnya.

Karenanya, perbuatan tersangka dalam kasus yang ditangani bisa terungkap jelas. "Kita harus memenuhi unsur-unsur pasal tersebut. Karena tersangkanya Pak HK dan HM, ya, kita fokusnya ke Pak HK dan Pak HM. Enggak ke yang lainnya," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mempertanyakan kenapa hanya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang diurusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belakangan ini.

Hal ini disampaikan Megawati dalam pidato politiknya saat acara peringatan HUT ke-52 PDIP di sekolah partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat, 10 Januari. Awalnya, ia menyinggung bagaimana Mahkamah Konstitusi (MK) dibentuk saat masa pemerintahannya tapi belakangan dimanfaatkan untuk tujuan tertentu.

"MK saya yang bikin. Coba, perlu ini MK, saya cari gedungnya sendiri. Presiden e, itu di situ ngendi itu, jalan apa itu. Megah. Waktu itu Pak Jimmly yang aku jadiin (Jimmly Asshiddiqie, Ketua MK pertama period 2003-2008) sekarang mlehek. Dijadiin mainan, lha, iyalah. Itu kan konstitusi," kata Megawati.

Setelah MK, KPK ikut disinggung Megawati. Presiden ke-5 RI itu mempertanyakan kinerja lembaga tersebut hanya fokus pada kasus suap pengurusan pergantian antar waktu (PAW) dan perintangan penyidikan yang menjerat Hasto.

"KPK moso enggak ada kerjaan lain, hah, yang dituding, diubrek-ubrek hanya Pak Hasto iku wae (itu saja)," tegasnya.

Mendengar ini, Hasto yang ada di kursi undangan tersenyum. "Karena sebenarnya banyak yang sudah tersangka tapi meneng wae (diam saja). Aku tiap hari kalau buka koran mungkin enggak ada tambahan. Enggak ada," ungkap Megawati.