Bagikan:

JAKARTA  - Seorang warga Israel di Yerusalem ditangkap karena diduga melakukan kontak dengan agen intelijen Iran sebagai bagian dari rencana melakukan serangan di Israel dengan imbalan bayaran.

Pria berusia 23 tahun yang dikenal sebagai "John" ditangkap pada November karena dicurigai melakukan pelanggaran keamanan, kata pernyataan bersama dari juru bicara dinas keamanan Shin Bet dan polisi Israel.

Dilansir Reuters, Selasa, 17 Desember, penyelidikan menunjukkan pelaku mengusulkan untuk memutus aliran listrik ke sistem kereta Yerusalem.

Pelaku mencari di jejaring sosial untuk membeli senjata, peredam suara dan bahan-bahan untuk memproduksi bahan peledak untuk tujuan melakukan serangan di Israel.

Tersangka ditahan dan dakwaan diperkirakan akan dikeluarkan dalam beberapa hari mendatang.

Pekan lalu, Reuters melaporkan penangkapan hampir 30 warga Yahudi yang diduga melakukan aksi mata-mata untuk Iran di sembilan sel rahasia, yang menurut empat sumber keamanan Israel merupakan upaya terbesar Teheran dalam beberapa dekade untuk menyusup ke musuh bebuyutannya.

Penangkapan tersebut menyusul upaya berulang kali intelijen Iran selama dua tahun terakhir untuk merekrut warga biasa Israel guna mengumpulkan informasi intelijen dan melakukan serangan dengan imbalan uang.