Presiden Rombak Menteri Pekan Ini: Pengertian dan Tujuan Reshuffle Kabinet
Ilustrasi mengatur bidak catur (Unsplash)

Bagikan:

YOGYAKARTA - Kabar perombakan kabinet di pemerintahan RI mengukur perhatian masyarakat. Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, membeberkan Presiden Joko Widodo akan melakukan pergatian pada kabiner pada pekan ini.

Publik pun bertanya-tanya, siapa dan, apa yang bakal dirombak oleh Jokowi. Namun mengenai hal itu, Ngabalin tidak mau menyampaikan. Isu tersebut pun langusung menuai tanggapan dari banyak pihak.

Immanuel Ebenezer, Ketua Relawan Jokowi, mendatangi ada lima menteri Kabinet Indonesia Maju yang perlu diganti. Sementara Johnny G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) mengatakan perombakan dilakukan lebih cepat lebih baik. Wakil Ketua DPR Azos Syamsudin usul diadakan Wamen Kemendikbud Riset.

Keputusan itu semua tentu saja ada di tangan pemimpin negara. Presiden Jokowi akan menimbang kenirja hingga peran-peran kabinetnya selama ini, hingga melihat kebutuhan di masa kepemimpinannya mendatang. Lantas apa dan tujuan dari perombakan kabinet itu sendiri?

Apa itu Reshuffle Kabinet

Reshuffle kabinet merupakan kegiatan kestrukturan yang termasuk pada peristiwa tertentu, mengutip dari laman Cambridge Dictionary. Dalam peristiwa resuffle ada pergantian atau perubahan posisi orang atau hal lain dalam suatu organisai atau kelompok.

Istilah reshuffle sendiri digunakan dalam lingkup yang sangat luas, tidak hanya pada sektor pemerintahan. Situs Merriam Webster mengisi, aktivitas menata kembali tumpukan kartu juga memiliki istilah reshuffle.

Menurut Meriam webster reshuffle pada umumnya digunakan untuk menyebut kegiatan reorganisasi yang dilakukan suatu kepengurusan atau struktur untuk mengoptimalkan kembali perannya. Perombakan tersebut bisa bersifat minim atau besar-besaran.

Di Indonesia, Reshuffle kabinet merupakan hak preorogratif pemimpin negara atau presiden. Tindakan perombakan tersebut bisa dilakukan oleh presiden sewaktu-waktu. Presiden memerlukan reshuffle untuk meningkatkan kinerja kabinetnya atau memperbaiki peran yang kurang pada kementerian.

Tak cuma itu, reshuffle kabiner bisa juga terjadi karena penyebab lain. Misalnya ada menteri yang mengundurkan diri karena terjerat kasus hukum. Selain itu, perombakan juga bisa terjadi karena adanya kekurangpuasan dari masyarakat atas kerja pemerintahan.

Tujuan Reshuflle Kabinet

Reshuffle kabinet pada masa pemerintahan Jokowi sendiri telah lima kali dilakukan. Tentu saja hal itu dilakukan karena tujuan tertentu untuk mendapatkan negara. Berikut tujuan perombakan kabinet:

1. Manajemen kerja

Saat melakukan perombakan kabinet, presiden akan menjalankan peran dan kinerja dari menteri-menterinya. Menteri yang punya kinerja bagus akan mendapat amanah lebih. Sedangkan bagi yang kinerjanya tidak akan minus akan dirombak atau diganti. Pergantian tidak dilakukan secara asal atau acak, namun sudah koreksi sebelumnya.

2. Tanda Pergantian Kebijakan

Ketika presiden melakukan Reshuffle, biasanya akan ada kebijakan baru atau perubahan kebijakan lama. Pergantian tersebut dapat menjadi tanda bahwa pemerintah mempunyai program prioritas baru. Kabinet terpilih diharapkan dapat merealisasikan prioritas tersebut. 

3. Terjadi Peristiwa di Luar Kendali

Reshuffle juga bisa disebabkan oleh peristiwa di luar kendali. Peristiwa tersebut contohnya ketika ada seorang yang terjerat kasus korupsi. Seperti yang terjadi pada perombakan kelima Kabinet Indonesia Maju. Presiden Jokowi merombak menteri sosial dan menteri KKP karena terjerat korupsi. 

Penyebab di luar kendali yang lain karena penyebab sakit, meninggal dunia, serta mengundurkan diri karena alasan tertentu.  

Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri di VOI .