Bagikan:

JAKARTA - Angkatan Udara Israel (IAF) mengklaim berhasil mencapai superioritas udara total di Suriah, negara yang dinilai sebagai salah satu pemilik pertahanan udara terkuat di Timur Tengah.

Klaim itu datang setelah lebih dari satu dekade menghindari pertahanan udara di atas langit Suriah selama kampanye melawan pasokan senjata Iran ke Hizbullah.

Kampanye pengeboman Israel awal minggu ini di seluruh Suriah, yang ditujukan untuk menyingkirkan persenjataan canggih yang dapat jatuh ke tangan elemen-elemen musuh setelah runtuhnya rezim Bashar al-Assad, juga menghancurkan sebagian besar pertahanan udara di negara tersebut.

"Rangkaian pertahanan udara Suriah merupakan salah satu yang terkuat di Timur Tengah dan pukulan yang ditimbulkannya merupakan pencapaian signifikan bagi keunggulan Angkatan Udara di kawasan tersebut," kata IDF dikutip dari The Times of Israel 13 Desember.

Menurut militer, IAF berhasil menghancurkan 86 persen sistem pertahanan udara rezim Assad di seluruh Suriah, dengan total 107 komponen pertahanan udara terpisah dan 47 radar lainnya.

Angka tersebut mencakup 80 persen dari SA-22 jarak pendek hingga menengah, yang juga dikenal sebagai Pantsir-S1 hingga 90 persen dari sistem pertahanan udara jarak menengah Rusia SA-17, yang juga dikenal sebagai Buk.

Kedua sistem buatan Rusia tersebut telah menjadi tantangan bagi IAF selama apa yang disebut sebagai kampanye antar-kampanye — atau Mabam, sebagaimana dikenal dengan akronim Ibraninya — yang ditujukan untuk melawan pengiriman senjata Iran ke Hizbullah di Lebanon dan upaya kelompok-kelompok yang didukung Iran untuk mendapatkan pijakan di negara tersebut, yang dimulai pada tahun 2013.

Hanya segelintir sistem pertahanan udara yang kini tersisa di Suriah, dan sistem tersebut tidak dianggap sebagai ancaman besar bagi IAF, yang menyatakansistem tersebut dapat beroperasi dengan bebas di seluruh wilayah udara negara tersebut.

Kondisi ini menguntungkan IAF, yang sebelumnya tidak terbang langsung di atas Damaskus saat melakukan serangan terhadap target-target yang terkait dengan Iran di ibu kota, kini IAF dapat melakukannya. IAF juga dapat mengirim pesawat nirawak pengintai ke ibu kota Suriah tanpa takut ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara canggih buatan Rusia.