JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov mengatakan, Moskow membawa keluar presiden terguling Suriah Bashar al-Assad dari negaranya menuju Rusia dengan cara yang paling aman sehingga bisa tiba bersama keluarganya dengan selamat.
Wamenlu Ryabkov mengatakan, Rusia menyediakan tempat berlindung bagi Assad usai terguling pada akhir pekan, saat kelompok pemberontak memasuki ibu kota Damaskus, mengikuti serangkaian serangan pendahulu di sejumlah wilayah Suriah.
"Ia diamankan, menunjukkan Rusia bertindak sebagaimana mestinya dalam situasi yang luar biasa seperti ini," jelasnya dalam wawancara dengan NBC News, seperi dikutip 11 Desember.
Kendati demikian, ia enggan menguraikan lebih jauh situasi yang terjadi seputar Assad, mengatakan akan menjadi kesalahan jika ia menguraikannya.
"Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi dengannya saat ini," kata Ryabkov, kata Ryabkov, pejabat Rusia pertama yang mengonfirmasi keberadaan Assad di Rusia.
Ditanya apakah Rusia akan menyerahkan presiden terguling itu untuk diadili terkait tuduhan penyiksaan hingga kejahatan perang, Ryabkov mengatakan, "Rusia bukan pihak dalam konvensi yang membentuk Mahkamah Pidana Internasional."
Sebelum, Assad dan anggota keluarganya telah tiba di Moskow seiring dengan suaka yang diberikan Rusia atas dasar kemanusiaan, kata sumber Kremlin kepada TASS.
BACA JUGA:
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, keputusan suaka untuk Assad diputuskan oleh Presiden Vladimir Putin.
"Keputusan seperti itu tidak dapat diambil tanpa kepala negara. Ini adalah keputusannya," kata Peskov namun enggan menjelaskan lebih jauh, dikutip dari Reuters.
Diketahui, bersama dengan Iran, Rusia telah memberikan dukungan untuk pemerintahan Presiden Assad sejak perang saudara pecah pada tahun 2011.