Bagikan:

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan pembangunan sabo dam di sekitar Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah, Sumatera Barat (Sumbar).

Menko PMK Muhadjir Effendy mendesak untuk segera dilakukan guna mencegah banjir susulan.

"Untuk Sumatera Barat salah satu yang paling mendesak untuk dibangun itu adalah dam penyangga," katanya di Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Selasa 21 Mei, disitat Antara.

Hal itu disampaikan Menko PMK di sela-sela kunjungannya ke Kabupaten Tanah Datar untuk meninjau dan menyerahkan sejumlah bantuan kepada penyintas banjir lahar dingin.

Bahkan, kata dia, Presiden Jokowi telah menginstruksikan langsung agar delapan sabo dam di sekitar Gunung Marapi segera dibangun demi mencegah terjadinya bencana hidrometeorologi susulan.

Untuk pembangunan sabo dam tersebut, eks Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tiga periode itu mengatakan akan menggunakan anggaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan dibangun oleh Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dengan membangun sabo dam di dua kabupaten tersebut, diharapkan material-material vulkanik Gunung Marapi tidak langsung turun ke pemukiman masyarakat yang dapat menyebabkan banjir lahar dingin.

Selain dapat mencegah banjir lahar dingin, tumpukan material vulkanik yang mengendap di sabo dam juga bisa menjadi sumber perekonomian bagi masyarakat. Sebab, material vulkanik tersebut bernilai ekonomi.

Pada kesempatan itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Jokowi-Jusuf Kalla tersebut juga menyerahkan bantuan dari Presiden Joko Widodo kepada para penyintas banjir lahar dingin di lokasi pengungsian.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf dari kepala negara yang awalnya berencana mengunjungi langsung korban banjir di Tanah Datar, namun batal akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung sehingga diwakilkan kepada Menko PMK.