Bagikan:

JAKARTA - Serangan rudal Rusia menewaskan 14 orang dan melukai puluhan orang di kota Chernihiv di Ukraina utara.

Dilaporkan 61 orang terluka, termasuk dua anak-anak, kata layanan darurat Ukraina dilansir CNN, Rabu, 17 April. Operasi penyelamatan sedang berlangsung saat polisi mencari korban yang selamat di bawah reruntuhan.

Tiga rudal menghantam pinggiran Chernihiv, sebelah utara ibu kota Kyiv, sekitar pukul 9 pagi waktu setempat, merusak sejumlah gedung, rumah sakit dan lembaga pendidikan tinggi, Ukraina kata para pejabat.

Video dari dalam rumah sakit menunjukkan pecahan kaca berserakan di tempat tidur rumah sakit dan pintu-pintu terlepas dari engselnya ketika staf melakukan evakuasi dari koridor yang dipenuhi asap.

Video lain menunjukkan warga sipil berlindung di samping halte bus ketika asap mengepul di kejauhan dan rudal lain menghantam gedung-gedung tersebut.

Di antara mereka yang tewas adalah letnan polisi Alina Mykolayets yang berusia 25 tahun, yang terluka parah akibat serpihan peluru. Dia berada di rumah untuk cuti sakit ketika Rusia menyerang, kata polisi Chernihiv.

Presiden Ukraina Volodomyr Zelensky selama berbulan-bulan sudah memperingatkan Ukraina tidak memiliki pertahanan udara yang diperlukan untuk memberi perlindungan.

“Hal ini tidak akan terjadi jika Ukraina menerima sistem pertahanan udara dalam jumlah yang memadai dan jika tekad dunia untuk melawan teror Rusia sudah cukup,” kata Zelensky.

“Tekad Ukraina sudah cukup. Harus ada tekad yang cukup dari mitra kami dan, sebagai hasilnya, dukungan yang memadai.”