Bagikan:

JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro mengimbau kepada massa aksi unjukrasa yang akan menyampaikan pendapat di depan Gedung DPR/MPR RI agar tidak melakukan aksi anarkis dan tetap menjaga kemanan.

"Kami mengimbau kepada para korlap (koordinator lapangan) dan orator untuk melakukan orasi yang tidak memprovokasi massa. Tidak anarkis dan tidak merusak fasilitas umum," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro saat dikonfirmasi VOI, Jumat, 1 Maret, pagi.

Kombes Susatyo meminta kepada para peserta demo agar melakukan aksi unjuk rasa dengan damai dan tidak memaksakan kehendak.

"Hormati dan hargai pengguna jalan yang lain yang akan melintas di depan DPR/MPR RI," katanya.

Meski begitu, aparat gabungan Polres Metro Jakarta Pusat sudah melakukan berbagai kesiapan pengamanan yang dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan kamtibmas.

"Persiapan dan kesiapan pengamanan yang sudah kami lakukan, kami mengimbau kepada semua pihak untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga kegiatan aksi unjuk rasa nanti dapat berjalan dengan aman, tertib dan kondusif," ujarnya.

Dalam aksi unjukrasa nanti, para pendemo dari berbagai elemen membawa masing - masing tuntutan. Kelompok massa yang tergabung dari Gema 0103 (Gerakan Masyarakat 1 Maret) membawa tuntutan terkait pemakzulan Jokowi, tolak hasil Pilpres 2024, ganti komisioner KPU dan Pilpres ulang.

Sementara dari kelompok Aksi Rakyat Semesta membawa 3 tuntutan rakyat pada aksi demo nanti. Ketiga tuntutan itu yakni turunkan harga sembako, dukung hak angket dan diskualifikasi 02, makzulkan Jokowi.

Kelompok massa yang tergabung SEMA PTKIN menyebut bahwa aksi nasional mahasiswa bersama koalisi masyarakat sipil. Kelompok massa ini membawa tuntutan terkait mendukung dilakukannya hak angket, mahalnya harga bahan pokok, pengerusakan lingkungan dan konflik agraria, makzulkan Presiden Joko Widodo.

Namun kelompok massa pendukung pemerintah juga turut hadir dalam aksi unjukrasa di Gedung DPR/MPR RI nanti. Kelompok massa dari Aliansi Mahasiswa Jabodetabek justru membawa tuntutan berbeda dari sejumlah kelompok massa lainnya.

Aliansi Mahasiswa Jabodetabek menggelar aksi tolak hak angket dan pemakzulan presiden. "Lawan pemecah belah bangsa, kawal KPU dan Bawaslu, rakyat rukun, Indonesia damai".