Bagikan:

PAPUA - Balai Bahasa Papua menyatakan, tiga bahasa lokal di Kota Jayapura diprediksi terancam punah. Masing-masing, Tobati, Skouw dan bahasa Nafri.

Widyabasa Madya Antonius Maturbongs mengatakan, prediksi itu berdasarkan hasil penelitian.

Karena itulah pihaknya berharap agar segera ada regulasi, agar ketiga bahasa daerah itu diajarkan di sekolah-sekolah yang dimulai dari PAUD dan sekolah dasar (SD).

"Apalagi Balai Bahasa sudah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Jayapura menyusun buku pegangan terkait bahasa lokal, misalnya Tobati, agar dapat membantu guru saat mengajar," jelasnya kepada Antara, Kamis, 29 Februari. 

Walaupun demikian pihaknya berharap bila nantinya pelajaran bahasa daerah diajarkan maka para penutur yang benar-benar menguasai bahasa dilibatkan sebagai tenaga pengajar. 

Sementara itu Kepala SD Negeri Kotaraja Dorce Elsye Mano siap menerapkan pembelajaran bahasa lokal di sekolahnya.

Pada prinsipnya sekolah siap menerapkan pemberlakuan pembelajaran bahasa lokal, namun harus ada regulasi yang jelas agar dapat menjadi pegangan.

"Dengan diberlakukannya pelajaran bahasa lokal diharapkan jumlah penutur makin banyak sehingga terhindar dari kepunahan," kata Elsye Mano yang mengaku walaupun berasal dari Tobati, namun tidak fasih dalam berbahasa.