Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menyampaikan, kawasan Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, telah memasuki masa panen raya padi sehingga bisa memasok ketersediaan beras dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Beberapa lokasi di Pulau Pisau padi dipanen mulai dari bulan Februari sampai pertengahan Maret 2024 sebagai puncaknya,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan di Jakarta, Antara, Senin, 26 Februari. 

Amran mengatakan terus mendorong daerah-daerah di Indonesia untuk mengawal jalannya panen raya tahun 2024. Menurutnya, kegiatan panen raya akan memperkuat ketahanan pangan bangsa untuk beberapa bulan ke depan.

"Dalam mengawal peningkatan produksi pangan dalam negeri, Kementerian Pertanian terus memberikan pendampingan dan bantuan kepada petani Pulang Pisau," ujar Amran.

Selain itu, Amran juga terus mengingatkan petani untuk mengasuransikan sawahnya melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Hal ini penting mengingat cuaca yang masih anomali, membuat pertanian rentan terhadap gagal panen.

Program AUTP, kata Amran, bertujuan untuk memberikan perlindungan usaha tani padi yang mengalami gagal panen akibat dari berbagai faktor seperti banjir, kekeringan, atau serangan OPT.

“Pemerintah memberikan bantuan premi asuransi tani sebagai upaya untuk menjaga kelangsungan usaha tani padi,” kata Amran.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pulang Pisau Godfriedson, menyebut panen raya ada di lima kecamatan yang baru dipanen sekitar 20 persen dari 7.164 hektar.

"Yang sudah panen ada sekitar 199 hektar. Jadi masih ada 6.976 hektare yang diperkirakan panen pada pertengahan Maret sampai awal April secara bertahap dengan rata-rata hasil 5,5 ton GKP per ha,” jelas Gofriedson.

Di Desa Sebangau Mulya misalnya, kata Gofriedson, saat ini sudah memanen 50 hektar dari 60 hektare yang ditanam. Sedangkan di Desa Tahai Baru, sedang memanen 25 hektar dari 730 hektar yang ditanam.

"Saat ini total ada 9 desa yang sedang melakukan panen dari 5 Kecamatan. Produktivitas juga macam-macam, mulai dari 2-5 ton per hektar,” ungkap Gofriedson.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalimantan Tengah Sunarti mengapresiasi terlaksananya panen padi di Pulang Pisau.

Dia menyebut Pulang Pisau sebagai salah satu penyuplai terbesar hasil beras di wilayah Kalimantan Tengah.

"Dengan adanya panen padi ini, kita berharap hasil panen dapat mencukupi kebutuhan masyarakat Kabupaten Pulang Pisau dan Kalimantan Tengah secara umum," kata Sunarti.

Dalam hal bantuan, Sunarti menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan memberikan perhatian khusus, terutama dalam hal pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), dan irigasi.