Cegah Flu Babi Afrika, Peternak di Papua Diminta Jaga Kualitas Pakan dan Kebersihan Kandang
Kepala UPTD Laboratorium Veteriner dan Pusat Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Papua drh Sri Utami (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Bagikan:

PAPUA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan setempat mengimbau para peternak hewan babi agar menjaga kualitas pakan. Hal ini dilakukan untuk mencegah virus African Swine Fever (ASF) atau demam Babi Afrika.

Kepala UPTD Laboratorium Veteriner dan Pusat Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Papua  Sri Utami mengatakan, pihaknya juga meminta agar memperhatikan kebersihan kadang.

"Kami mengimbau agar peternak babi memasak makanan hingga mendidih selama 30 menit yang mana ini merupakan salah satu upaya dalam pencegahan virus demam Babi Afrika," katanya di Jayapura, Antara, Minggu, 25 Februari.

Menurut Sri, Sampai saat ini Pemprov Papua belum menemukan adanya kasus ASF di Provinsi Papua untuk itu pihaknya sedang gencar melakukan pencegahan.

"Jika ada gejala-gejala mengarah ke virus ASF segera laporkan ke dinas terkait sehingga dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Dia menjelaskan penyakit itu di khususkan untuk babi sehingga tidak berbahaya bagi manusia namun tetap selalu waspada terhadap virus tersebut karena hingga kini belum ada obatnya apalagi saat ini kasus demam babi Afrika berada di Timika, Provinsi Papua Tengah.

“Penjabat Gubernur Papua telah mengeluarkan surat imbauan pencegahan virus ASF salah satunya pelarangan masukan ternak babi, produk dan olahan dari wilayah yang terdampak," katanya.

Dia menambahkan untuk itu diharapkan kepada masyarakat jangan pernah membawa produk ataupun olahan berupa dendeng, olahan sosis dari daerah-daerah yang provinsi terdampak virus ASF.