Prabowo Cerita Banyak Keluhan soal Pulau Dewata: Aduh Bali Dulu Indah Sekarang Macet, itu Betul?
Ketum Gerindra Prabowo Subianto menghadiri HUT Gerindra di Sanur, Denpasar, Bali/FOTO: DAFI-VOI

Bagikan:

DENPASAR - Ketum Gerindra sekaligus capres Prabowo Subianto berbicara kondisi Bali yang kini dikeluhkan terutama soal kemacetan. Bali disebut Prabowo harus tetap dikelola dengan memperhatikan ekosistem alam hingga budaya adat.

"Kepribadian Bali harus dilestarikan, gedung-gedung harus semua punya ciri-ciri khas Bali. Jangan seenaknya, bangun-bangun gedung-gedung yang besar. Ini saya titip benar-benar, karena saya pernah dapat keluhan dari tokoh-tokoh mancanegara. Mereka katakan aduh Bali sekarang is not the Bali that i used to know, before it was very beautiful, now a lot of traffic jam, macet sering di Bali, itu betul,?" kata Prabowo saat menghadiri Perayaan HUT Partai Gerindra ke-16 di Sanur, Kota Denpasar, Bali, Selasa, 6 Februari.

Prabowo berharap tokoh-tokoh Bali berkumpul memastikan kelestarian alam tetap terjaga. Jangan sampai Pulau Dewata malah menjadi tak nyaman.

"Dari manapun pemikir-pemikir yang hebat kumpul, duduk di meja sama, di ruangan yang sama berpikir mencari solusi, bagaimana menjaga membuat Bali seindah, secantik dulu, senyaman dulu, bagaimana tidak macet, pikirkan," ujarnya.

"Saya lihat kadang-kadang, sudah seolah-olah tidak indah lagi, iklan di mana-mana. Para pengusaha, saya minta juga harus berjiwa besar, jangan hanya cari keuntungan sebanyak-banyaknya, saudara merusak lingkungan, saudara merusak keindahan kota, kabupaten, Provinsi (di) Indonesia yang terkenal indah. Kita perlu menjaga kebersihan, keindahan, seluruh nusantara dan harus dipelopori oleh Bali, itu pesan saya dari saudara sekalian," imbuh Prabowo.

 

Kemajuan kota termasuk dari sisi teknologi ditegaskan Prabowo tak boleh sampai mengeliminir kearifan lokal.

"Teknologi, kita mulai tapi jangan merusak kepribadian Bali, saudara-saudara, kita harus sejahterakan seluruh Bali,” ujarnya.