2 Jam Diguyur Hujan Semarang Banjir, Ganjar: Saya yang Salah, yang Lain Sudah Bekerja dengan Baik
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto: Pemprov Jateng)

Bagikan:

JAKARTA - Kantor Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di kawasan Jalan Pahlawan, Kota Semarang dan sejumlah titik terendam banjir usai diguyur hujan deras selama dua jam.

Ganjar Pranowo mengatakan bahwa dirinya adalah orang yang paling bersalah dari peristiwa ini. Hal ini disampaikan Ganjar saat menjawab tanggapan dari warganet soal banjir di Semarang.

"padahal kalu mau pak @ganjarpranowo bisa menyalahkan walikota lalu salahkan air kiriman Ungaran HahahahahašŸ˜‚," kata aditya_susanto dikutip Rabu, 24 Februari.

Nah disinilah Ganjar mengatakan bahwa dirinya orang yang paling bersalah soal banjir. "Saya yg salah. Yg lain sudah bekerja dg baik," kata Ganjar dalam akun Twitter @ganjarpranowo.

Adapun diketahui, hujan deras yang turun selama kurang lebih dua jam pada Selasa, 23 Februari petang menyebabkan banjir di sebagian kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, menimbulkan genangan di halaman kantor, lantai 1 Gedung B, dan selasar penghubung ke Gedung A.

Ganjar menilai banjir ini aneh. "Agak aneh, pada saat saya masih di Kudus dilapori kondisi kantor banjir itu, aneh menurut saya, karena di bagian parkir itu airnya enggak bisa keluar, itu impossible (tidak mungkin) pasti ada yang tersumbat," katanya usai melakukan pengecekan pada Selasa, 23 Februari, malam.

Setelah melakukan pengecekan, dia mengatakan bahwa tanggul dari pagar pengerjaan proyek gedung DPRD Jawa Tengah dan sedimentasi pada saluran air merupakan faktor penyebab banjir di kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah.

"Pembangunan gedung DPRD ini, ternyata ada tanggul kecil di situ, ada tanggul kecil yang menutup antara gedung ini sampai pagar sana, jadi betul-betul air enggak punya kesempatan lewat," katanya.

Ganjar sudah meminta pengelola proyek pembangunan gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah untuk tidak membuat tanggul di areal pagar proyek.

Dia juga memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengeruk sedimentasi pada saluran air di belakang kantor gubernur.

"Tadi saya minta untuk malam ini sampahnya dikeruk, sedimennya dikeruk. Saya khawatir enggak kelihatan itu yang masuk di sana di dalamnya tersumbat atau tidak," katanya.