Bagikan:

JAKARTA -  Kepala Staf Kepresidenan, (KSP) Moeldoko mendorong rencana uji coba multi lane free flow (MLFF) atau pembayaran tol nirsentuh di Jalan Tol Bali Mandara untuk segera dilaksanakan pekan depan, tepatnya pada 12 Desember 2023. Hal ini sebagai tindak lanjut dari kegagalan uji coba yang seharusnya dilaksanakan pada 1 Juni 2023.

“Saya apresiasi atas berbagai kemajuan positif dan progresif, namun tolong ingat bahwa MLFF sudah menjadi arahan presiden. Presiden juga sudah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Hungaria terkait MLFF, (kerjasama) ini akan jadi gerbang awal Indonesia untuk masuk ke Uni Eropa,” ujar Moeldoko pada rapat koordinasi yang dilaksanakan di Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat 8 Desember.

Sebelumnya, Kantor Staf Presiden (KSP) telah memfasilitasi secara formal dan informal untuk mendukung implementasi MLFF di Jalan Tol Bali Mandara. Persiapan di lapangan juga telah dilakukan dengan memperhatikan beberapa kendala teknis untuk menjadi bahan evaluasi dalam penerapan uji coba MLFF ini.

Dalam praktek uji coba nantinya, lanjut Moeldoko, mengarahkan untuk terus dilakukan evaluasi secara berkala. Sehingga harapannya, berbagai kendala yang ada dalam uji coba tersebut dapat segera menemukan solusi yang cepat dan tepat.

"Langkah tengahnya, cek satu pintu lalu dalam 1 sampai 2 minggu evaluasi jika sudah clear buka lagi, gerak cepat dan jangan berkutat di kendala teknis terus," tegasnya.

Terkait uji coba di tanggal 12 Desember 2023, RITS telah memasang perangkat sensorik, kamera dan berbagai kebutuhan teknis lainnya pada satu dari tiga gerbang tol di Jalan Tol Bali Mandara.

Sisanya, pihak RITS masih memerlukan dukungan perizinan dan serah terima lokasi pekerjaan (site handover) dari Ditjen Bina Marga, BPJT dan Jasa Marga.

“Sistem kami (MLFF) sudah siap dan kami juga siap menerima arahan dari PUPR, kita berusaha semaksimal mungkin dalam mengakomodasi ekspektasi dari pihak PUPR serta Jasa Marga,” ujar Direktur Utama PT RITS, Atila Keszeg.

Sementara itu, dari pihak Jasa Marga yang diwakili Direktur Operasi Jasa Marga, Fitri Wiyanti menyatakan pihaknya berfokus pada penerapan sistem MLFF agar tidak mengganggu sistem pelayanan dan transaksi jalan tol. Sehingga, dibutuhkan koordinasi serta evaluasi berkala dengan pihak RITS untuk kelancaran penerapan pembayaran tol nir-sentuh tersebut.

"Seluruh fase asesmen untuk teknologi apapun itu sama, kami pastikan terus berpartisipasi aktif dalam modernisasi sistem transaksi tol ini," katanya.

Sementara itu, para pihak seperti PUPR, PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) setuju untuk menerapkan transisi menggunakan barrier (barrier transition), sebagai jawaban atas kekhawatiran Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terkait potensi kehilangan pendapatan tol.

Menteri PUPR sempat menghadiri simulasi implementasi MLFF di Jalan Tol Bali Mandara pada 23 November 2023. Yang terbaru, simulasi lanjutan telah dilakukan pada 6 Desember 2023 dengan hasil yang positif.