Terjunkan Tim Penjinak Bom, Polresta Cirebon Pastikan Keamanan Kampanye Tiap Paslon
Ilustrasi patroli polisi. (dok Polsek Medan Baru)

Bagikan:

JABAR - Polisi mengerahkan sejumlah satuan tugas (satgas) khusus untuk menjamin aktivitas kampanye Pemilu 2024 di Cirebon, termasuk yang bakal dilakukan pasangan calon (paslon).

Kepala Polresta Cirebon Kombes Pol Arif Budiman mengatakan, skema pengamanan itu dilakukan melibatkan tim sterilisasi hingga penjinak bom di lokasi kegiatan kampanye.

Selain itu, personel lainnya pun dikerahkan untuk memeriksa kondisi makanan yang disajikan bagi capres sehingga keamanan dari peserta pemilu itu terjamin.

“Itu menjadi SOP standar kita dalam rangka pengamanan kunjungan kampanye maupun rapat terbuka terhadap capres,” kata Arif di Cirebon, Jawa Barat (Jabar), Jumat 8 Desember, disitat Antara.

Sebagai contoh, lanjut dia, pihaknya menerjunkan sebanyak 247 personel dalam rangkaian pengamanan untuk kegiatan kampanye capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC).

“Secara umum kami menggelar beberapa satgas pengamanan, mulai dari PAM jalur utamanya dari Bandara Penggung menuju ke lokasi, karena beliau menggunakan helikopter,” tuturnya.

Dari informasi yang diterima, kata Kapolres, Ganjar menghadiri acara kuliah wawasan kebangsaan di perguruan tinggi tersebut.

Setelah itu, capres tersebut melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh di Cirebon sebelum kembali ke Jakarta.

“Kegiatan sebagaimana pemberitahuan agenda ke kami diagendakan pukul 15.30 WIB, kemudian beliau memberikan kuliah kebangsaan kepada rekan-rekan mahasiswa UMC,” tuturnya.

Ia menegaskan kegiatan pengamanan ini diterapkan pada semua aktivitas kampanye yang dilakukan semua capres di Cirebon.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kabupaten Cirebon Sadaruddin Parapat mengatakan pihaknya telah menerima surat pemberitahuan terkait kegiatan Ganjar Pranowo di UMC.

Ia sudah meminta kepada pihak penyelenggara mengenai tidak menampilkan atribut dan bahan-bahan kampanye yang di lokasi acara.

“Sejauh pelaksanaan diskusi dan tidak ada atribut peserta kampanye sesuai keputusan MK dipersilakan. Imbauan untuk menaati regulasi yang ada,” tandasnya.