Bagikan:

JAKARTA - Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, merespons santai pengakuan mantan Ketua KPK, Agus Rahardjo yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah memintanya menghentikan kasus korupsi e-KTP yang melibatkan mantan Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum Golkar, Setya Novanto (Setnov).

Dasco malah menyindir Agus Rahardjo yang ternyata maju sebagai calon legislatif (caleg) DPD RI. Wakil Ketua DPR itu paham mengapa Agus tiba-tiba bicara soal Jokowi yang mencoba mengintervensi peristiwa hukum di 2017 lalu.

Menurut Dasco, tidak ada satupun pihak yang mendengar langsung perintah Presiden Jokowi untuk menyetop kasus Setnov. Dia berharap cerita tersebut bukan karangan yang mengada-ada.

Apalagi, pihak istana juga menyebut pertemuan Agus dan Jokowi tak masuk dalam agenda istana.

"Begini, yang disampaikan beliau itu, tidak ada yang mendengar dari pihak lain. Kita berprasangka baik aja. Jangan sampai masyarakat mempercayai kalau ada statement orang lain kalau si A begini, saksinya kan nggak ada, kasihan masyarakat," kata Dasco.

Paham dengan dinamika menjelang pemilu, Ketua Koordinator Strategis TKN Prabowo-Gibran itu pun menyinggung Agus Rahardjo yang terdaftar sebagai caleg DPD.

 

"Bukan cuman menjelang pemilu (pengakuan Agus baru muncul, red) Pak Agus Rahardjo kebetulan sedang mencaleg DPD RI. Paham kan?," kata Dasco sambil tersenyum.

Dilihat pada situs kpu.go.id, nama mantan Ketua KPK Agus Rahardjo memang masuk sebagai salah satu dari 13 nama daftar calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) daerah pemilihan Jawa Timur (Jatim) di Pemilu 2024. Agus Rahardjo satu dapil dengan Ketua DPD La Nyalla Mattalitti.