China Jamin Aman Didatangi Meski Kasus Pneumonia Tengah Melonjak
FOTO ILUSTRASI VIA ANTARA

Bagikan:

JAKARTA - China tetap aman didatangi meski ada lonjakan kasus pneumonia khususnya terhadap anak-anak, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin.

"Izinkan saya meyakinkan Anda bahwa bepergian dan berbisnis di China aman dan tidak perlu khawatir," kata Wang dalam konferensi pers rutin di Beijing, China dilansir ANTARA, Selasa, 28 November

Kasus pneumonia, utamanya menyerang anak-anak, tengah melonjak di China, dan pertama kali dilaporkan Komisi Kesehatan Nasional China pada 13 November 2023.

"Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) telah mengadakan konferensi pers, bersama dengan Biro Nasional Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, atas permintaan WHO dan sudah mengatur pertukaran informasi para pakar kesehatan," kata Wang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menurut Wang, juga sudah menyampaikan situasi terkini penyakit menular pernafasan tersebut.

Sejauh ini, pasien yang terjangkit pneumonia mengalami gejala demam, kelelahan, dan batuk. Rumah sakit anak di beberapa kota seperti Beijing, Tianjin, dan Liaoning, mengalami lonjakan pasien dalam beberapa pekan terakhir.

Pada 22 November 2023, WHO meminta hasil penyelidikan pemerintah China mengenai penyebab wabah ini.

Berdasarkan Komisi Kesehatan Nasional China, kenaikan kasus disebabkan oleh beberapa patogen saluran pernapasan seperti bakteri mycoplasma pneumonia, virus influenza, dan infeksi respiratory syncytial virus (RSV) serta adenovirus sehingga belum ada patogen baru yang ditemukan dalam kasus itu.

Namun, kenaikan kasus pneumonia di China juga memicu kekhawatiran global atas kemungkinan adanya ancaman pandemi baru, empat tahun setelah COVID-19 pertama kali muncul di negara ini.

Wabah menyerang China saat penduduk negeri ini menjalani musim dingin pertama tanpa pembatasan COVID-19 yang diterapkan ketat selama tiga musim dingin pada 2020, 2021 dan 2022 untuk meredam COVID-19.

WHO merekomendasikan masyarakat China agar melakukan vaksinasi, menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit, tinggal di rumah saat sakit, menjalani tes dan perawatan medis sesuai kebutuhan, memakai masker sebagaimana mestinya, memastikan ventilasi yang baik dan mencuci tangan secara teratur.