Satu Lokasi, Sekjen PDIP Sindir Manuver Cak Imin: Ahli Peluang
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di acara Pengukuhan Guru Besar Ma'mun Murod di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Rabu, 9 November. (Jehan-VOI)

Bagikan:

TANGERANG - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyinggung bakal calon wakil presiden (cawapres) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Hasto menyebut pendamping Anies Baswedan itu pintar mencari peluang.

Singgungan itu terjadi saat Hasto memberikan pidato sambutan di acara Pengukuhan Guru Besar Ma'mun Murod di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Kamis, 9 November. Hasto dan Cak Imin sama-sama menghadiri acara itu.

“Pak Muhaimin Iskandar terima kasih, kampanye boleh saja Cak Imin di sini. Karena Cak Imin tidak hanya sahabat, beliau ini ahli melihat peluang," kata Hasto dalam pidatonya.

Menurut Hasto keahlian Cak Imin itu bisa terlihat dari manuvernya menjadi cawapresnya Anies Baswedan.

Ketika itu publik tak menyangka lantaran Cak Imin bukan berasal Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) pendukung Anies yang terdiri dari Demokrat, PKS dan NasDem. Demokrat yang kecewa akhirnya mundur dari KPP merapat ke koalisi pendukung Prabowo yang sebelumnya ditempati PKB.

“Begitu Pak Jokowi lengah sedikit, langsung deklarasi dengan Pak Anies,” ucap Hasto.

Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerima pendaftaran tiga pasangan bakal capres-cawapres maju Pilpres 2024, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, serta Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Pasangan Anies-Cak Imin diusung NasDem, PKB, PKS dan Partai Ummat. Sementara pasangan Ganjar-Mahfud MD didukung PDIP, PPP, Perindo dan Hanura.

Sedangkan pasangan Prabowo-Gibran diusung Gerindra Golkar, PAN, Demokrat, PBB, Partai Gelora, Partai Garuda, dan PSI.