Bagikan:

JAKARTA - Kepala pemberontak Grup Wagner Rusia tidak lagi berada di Belarusia dan tidak jelas apakah para pejuangnya akan pindah ke sana, kata Presiden Belarusia Alexander Lukashenko pada Hari Kamis.

Presiden Lukashenko mengatakan pada 27 Juni lalu, Yevgeny Prigozhin telah tiba di Belarusia sebagai bagian dari kesepakatan untuk meredakan krisis, di mana Wagner sempat merebut Kota Rostov di Rusia selatan dan kemudian berbaris menuju Moskow, namun kemudian mengurungkan niatnya dengan mediator Pemimpin Belarusia.

Tetapi, pada Hari Kamis Ia mengatakan Prigozhin tidak berada di wilayah negaranya.

"Dia tidak berada di wilayah Belarusia," kata Presiden Lukashenko dalam konferensi pers di Minsk, melansir Reuters 6 Juni.

Prigozhin kemungkinan sekarang berada di St Petersburg, kota kedua Rusia, atau mungkin telah pindah ke Moskow, kata Presiden Lukashenko.

Dalam kesempatan tersebut ia juga menjelaskan, pertanyaan tentang relokasi unit Wagner ke Belarusia belum terselesaikan, dan akan bergantung pada keputusan Rusia dan Wagner.

"Apakah mereka akan ada di Belarusia atau tidak, berapa jumlahnya, kami akan mencari tahu dalam waktu dekat," ungkapnya.

Komentarnya menyoroti ketidakpastian besar seputar ketentuan dan implementasi kesepakatan yang mengakhiri pemberontakan, yang menurut Presiden Rusia Vladimir Putin dapat menjerumuskan negara itu ke dalam perang saudara.

Diketahui, orang-orang Prigozhin telah mempelopori sebagian besar pertempuran di Ukraina. Tetapi, Prigozhin juga menuduh petinggi Rusia melakukan korupsi dan ketidakmampuan memimpin.

Terpisah, sebuah jet bisnis yang terkait dengan Prigozhin meninggalkan St Petersburg menuju Moskow pada Hari Rabu dan menuju ke Rusia selatan pada Hari Kamis, menurut data pelacakan penerbangan, tetapi tidak jelas apakah kepala tentara bayaran itu ada di dalamnya. Itu kemudian dilacak kembali terbang ke lagi.

Jika Prigozhin dapat kembali ke Rusia dengan impunitas, itu akan menimbulkan pertanyaan baru tentang otoritas Presiden Putin, setelah pemberontakan singkat yang menandai tantangan paling berat selama 23 tahun kekuasaannya.

Sebelumnya, dalam pertemuan virtual kepala negara dan kepala pemerintahan negara-negara Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), Presiden Putin mengatakan episode tersebut telah menunjukkan bahwa masyarakat Rusia lebih bersatu dari sebelumnya. Kremlin menolak untuk terlibat dalam diskusi tentang keberadaan Prigozhin.

"Tidak, kami tidak mengikuti gerakannya, kami tidak memiliki kemampuan atau keinginan untuk melakukannya," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, menjawab pertanyaan wartawan pada Hari Kamis.

Kendati demikian, dia membenarkan bahwa kepergian Prigozhin ke Belarusia adalah salah satu syarat kesepakatan. "

Ini sudah dibahas. Kami dan Alexander Grigoryevich (Lukashenko) telah membicarakan hal ini," tandasnya.

Presiden Lukashenko sendiri mengatakan setuju untuk bertemu Putin dalam waktu dekat untuk membahas situasi Prigozhin dengannya. Kendatki demikian, Peskov mengatakan belum ada tanggal yang ditetapkan.

Prigozhin "benar-benar bebas" dan Presiden Putin tidak akan "memusnahkannya", kata Lukashenko.

Ditambahkan olehnya, tawaran kepada Wagner untuk menempatkan beberapa pejuangnya di Belarusia masih berlaku.

"Kami tidak membangun kamp. Kami menawarkan kepada mereka beberapa bekas kamp militer yang digunakan pada zaman Soviet, termasuk di dekat Osipovichi. Jika mereka setuju. Tetapi Wagner memiliki visi yang berbeda untuk penempatan, tentu saja, saya tidak akan memberi tahu Anda tentang visi ini," urainya.

Preisden Lukashenko juga mengatakan tidak melihat kehadiran Wagner di Belarusia sebagai risiko bagi negaranya, tidak percaya Wagner akan mengangkat senjata untuk melawannya.

Menurutnya, tentara Belarusia bisa mendapatkan keuntungan dari keahlian Wagner.