TARAKAN - Tim Polres Kota Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus kebakaran di Sekatak yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
"Olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia," kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Bulungan Komisaris Polisi Belnas Pali Padang di Tanjung Selor, Bulungan dilansir ANTARA, Kamis, 15 Juni.
Olah TKP yang melibatkan 10 orang personel Satreskrim Polresta Bulungan dilakukan di lokasi kebakaran rumah dan kafe di Jalan Poros Kaltara RT 03 Desa Paru Abang, Kecamatan Sekatak.
Kegiatan itu juga melibatkan tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) Polresta Bulungan dan Polda Kaltara untuk melakukan identifikasi terhadap korban.
"Tim DVI (Disaster Victim and Identification) Bidang Dokkes Polda Kaltara juga ikut membantu mengidentifikasi empat jenazah korban. Semua jasad korban berhasil kita identifikasi dan sudah dievakuasi," kata Belnas.
Berdasarkan keterangan seorang saksi bernama Rahma (17), kebakaran terjadi pada Rabu (14/6) malam pukul 23.00 WITA. Saat itu, pemilik rumah dan kafe berada di depan kafe bersama pekerja lainnya dan tiba-tiba lampu di kafe mati.
BACA JUGA:
Saksi berteriak ada kebakaran dan memberitahu teman yang berada di dalam kamar dan penghuni kafe agar keluar menyelamatkan diri.
"Ternyata di dalam rumah yang terbakar itu ada empat orang yang terkurung kobaran api di dalam kamar, yakni Herlina beserta anaknya Riski dan Rival berada di kamar lantai atas bagian belakang sebelah kanan, kemudian Cindy berada di kamar lantai tengah sebelah kanan dekat kamar mandi," kata Belnas.
Dari hasil identifikasi, korban meninggal dunia dalam kebakaran itu adalah Cindy (22), Herlina (43), Muhammad Riski (12), dan Muhammad Rival (11).
"Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran itu. Yang jelas, penerangan yang digunakan di lokasi (kebakaran) itu menggunakan mesin genset (diesel), bukan listrik dari PLN," katanya.