Banggakan Prestasi Saat Menjabat Presiden AS, Ini Kebijakan Kontroversial Donald Trump
Donald Trump. (Instagram/realdonaldtrump)

Bagikan:

JAKARTA - Joe Biden hari ini dilantik menjadi presiden baru Amerika Serikat (AS). Sambut pemerintahan baru, Donald Trump buat pidato perpisahan. Isinya adalah harapan kepada pemerintahan baru supaya menjaga kemakmuran keamanan AS.

Berbagai hal ia sampaikan dalam video pidato yang diunggah di YouTube itu. Salah satu yang ia sampaikan adalah perjuangannya sebagai presiden AS dan pencapaiannya selama beberapa tahun menjabat.

“Saya menjalani pertempuran yang sulit, pertarungan yang paling sulit, pilihan yang paling sulit karena itulah yang Anda ingin saya lakukan saat memilih saya,” ungkap Donald Trump dalam video tersebut, 20 Januari, dikutip VOI dari kanal YouTube The White House.

Lebih lanjut, ia merasa bangga karena pemerintahannya telah membangun ekonomi terkuat di dunia. Tak hanya itu, masih banyak lagi hal yang ia banggakan dari pemerintahannya, baik untuk AS maupun keterlibatannya dengan dunia.

"Saya sangat bangga menjadi presiden pertama dalam beberapa dekade yang tidak memulai perang baru,” lanjut Trump dalam pidatonya.

Berbagai hal telah ia sampaikan terkait dengan kebijakan dan pencapian. Namun, bagaimana dunia memandang tindak tanduk Trump selama menjabat? Ada beberapa kebijakan Trump yang dinilai kontroversial, bahkan sejak tahun pertamanya menjabat, berikut rinciannya.

1. Bangun Tembok Perbatasan Meksiko. Dilansir Kompas, pada tahun 2015 Trump berjanji akan mendirikan tembok di perbatasan AS dan Meksiko. Dana yang dibutuhkan untuk merealisasikannya adalah 15 miliar dolar AS. Hal ini mendapat tentangan dari berbagai pihak, termasuk Partai Republik dan Partai Demokrat. 

2. Diskriminasi kepada Sejumlah Negara. Pada awal 2017, Trump membuat keputusan yang ia nilai sebagai upaya untuk melindungi AS dari kelompok radikal. Pemerintahannya menangguhkan permintaan suaka pengungsi tertentu. Sejumlah negara juga tidak bisa menerbitkan visanya selama 90 hari, yaitu Suriah, Iran, Irak, Somalia, Yaman, Libya dan Sudah.

3. Pencabutan Larangan Impor Satwa Dilindungi. Pada November 2017, larangan impor kepala gajah sebagai trofi berburu dicabut. Kepala gajah dari Zambia dan Zimbabwe bisa masuk ke AS. Pemerintahan Trump juga mengizinkan pemburu untuk membawa singa buruan ke AS. "Perburuan yang diatur secara baik dan legal sebagai bagian dari program pengelolaan yang sehat, dapat memberi manfaat bagi konservasi spesies tertentu," jelas Dinas Perikanan dan Satwa Liar AS, dilansir New York Post.

4. Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota IsraelSalah satu yang paling menggemparkan adalah keputusan pada 6 Desember 2017. Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. "Pengakuan ini sebuah fakta penting untuk mencapai perdamaian," ungkap Trump dilansir AFP.