FK UMI-AMDA Indonesia Kirim 15 Dokter dan Mahasiswa ke Sulbar
Musibah gempa bumi berkekuatan 6,2 SR di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat (ANTARA)

Bagikan:

JAKARTA - Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) bersama The Association of Medical Doctor of Asia (AMDA) Indonesia mengirimkan 15 orang relawan ke lokasi gempa Sulawesi Barat (Sulbar). 

Dekan Fakultas Kedokteran UMI Makassar Prof Dr Syarifuddin Wahid Sp.PA(K) mengatakan, relawan yang terdiri dari dokter dan mahasiswa kedokteran akan bergabung dengan relawan lainnya dan memaksimalkan pelayanan kepada para korban.

"Berdasarkan data dari BPBD ada ratusan warga yang mengalami luka berat dan luka ringan yang semuanya butuh bantuan medis," ujarnya di Makassar dilansir Antara, Minggu, 17 Januari. 

Tim yang dikoordinir Ketua Unit Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (UP3M) FK-UMI dr Armanto Makmun bersama AMDA-Indonesia akan langsung menyebar sesampainya di tujuan.

Adapun tenaga medis yang diberangkatkan rinciannya, 4 orang dokter dan 11 mahasiswa kedokteran. Mereka telah dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) standard dan melalui proses skrining berupa rapid antigen.

Kegiatan Tim Relawan akan berlangsung satu pekan dan tim ini merupakan tim pertama dan sekaligus melakukan evaluasi terkait kebutuhan dan masalah yang terjadi di Mamuju.

Selanjutnya, akan jadi masukan sekaligus persiapan pemberangkatan tim selanjutnya yang akan dilepas pekan depan.

Selain tim medis yang terdiri dari dokter dan mahasiswa kedokteran, tim juga membawa bantuan yang diperuntukkan untuk warga Mamuju, Majene dan sekitarnya yang terdampak gempa berupa makanan, obat- obatan, pakaian serta APD.

Tim ini akan membentuk posko kesehatan bersama tim yang telah terbentuk di lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh warga yang terdampak bencana gempa ini.

Dalam arahannya, Presiden AMDA-Indonesia, Prof dr Andi Husni Tanra memberikan semangat kepada para tim relawan yang akan berangkat ke lokasi bencana.

Ia mengatakan, kegiatan kemanusiaan ini merupakan panggilan hati dengan rasa ikhlas yang akan mendapatkan balasan yang luar biasa Allah SWT.

"Diharapkan, tetap menjaga kesehatan mengingat masih dalam masa pandemi COVID-19. Patuhi protokol kesehatan," katanya.

Dekan FK-UMI, Prof dr Syarifuddin Wahid Sp.PA(K) menambahkan, membangun humanis, rasa kemanusiaan, panggilan jiwa untuk mengabdi, merupakan hal yang penting.

"Bagi kita, sebagai dokter itu merupakan tanggung jawab yang melekat dan diharapkan menjadikan musibah ini sebagai hikmah untuk kita semua," ucapnya.