Di Kala Risma Lagi Doyan Blusukan, Fadli Zon Singgung Bahaya Gangguan Gila Pencitraan
Fadli Zon (Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Politisi Partai Gerindra Fadli Zon menyinggung gaya kepemimpinan dengan melakukan kunjungan langsung (blusukan) ke tengah masyarakat. Menurutnya, terlalu sering blusukan juga menunjukan gejala yang tidak baik. 

"Blusukan secara proporsional bagus saja sbg (sebagai) cara melihat langsung lapangan. Tp (tapi) klu (kalau) kecanduan blusukan maka harus diperiksa jgn2 (jangan-jangan) gangguan “gila pencitraan," kata Fadli lewat postingan Twitter, @fadlizon, Selasa 5 Januari. 

Sayangnya, dalam cuitan yang sudah disukai sebanyak 1,8 K tersebut, Fadli tidak menyebutkan secara spesifik siapa yang dia maksud. Berkaca ke belakang, gaya kepemimpinan blusukan memang sudah menjadi hobi Joko Widodo (Jokowi) saat maju di Pilgub DKI Jakarta bahkan hingga jadi orang nomor satu di Jakarta. Hobi blusukan Jokowi juga tertular ketika dia jadi Presiden. 

Belakangan, Tri Rismaharani yang didapuk sebagai Menteri Sosial (Mensos) menggantikan Juliari Batubara yang tersandung korupsi bantuan sosial (Bansos) di KPK, gencar melakukan blusukan pasca dilantik. 

Pada Senin, 28 Desember memulai awal pekerjaannya di Kementerian Sosial dengan blusukan. Risma mengunjungi kawasan aliran Sungai Ciliwung, di belakang kantor Kementerian Sosial. Saat menuju kawasan fly over Pramuka, Risma menemui beberapa keluarga yang bertempat tinggal di bawah kolong jembatan. 

Aksi blusukan dilanjutkan pada Rabu, 30 Desember. Risma mendatangi warga yang tinggal secara liar di kawasan Tol Panjang Gedong, Pluit.

Menteri Sosial Tri Rismaharini blusukan di bawah fly over Mampang Prapatan dan Jl Saharjo, Selasa, 5 Januari (Foto via Rachmad Aditya/Kemensos)

Selanjutnya, Risma kembali blusukan dengan menyusuri jalur pedestrian di Jalan Thamrin persis di sisi kanan Plaza UOB, Jakarta Pusat pada Senin, 4 Januari. Risma menemui sejumlah pengemis. 

Dari ketiga aksi blusukannya, Risma menawarkan satu program kepada warga yang ia temui, yakni tempat tinggal yang layak. Lokasi tersebut adalah Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis Pangudi Luhur di Bekasi, Jawa Barat.