Mabes Polri Jelaskan Peran Para Wijayanto di Kelompok Teroris Jamaah Islamiyah
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono (DOK. ANTARA)

Bagikan:

JAKARTA - Mabes Polri menyebut amir atau pemimpin Jamaah Islamiyah (JI), Para Wijayanto, memiliki peranan yang cukup sentral dalam organisasi ini. Salah satunya adalah membuat konsep baru.

Hal ini disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono terkait perkembangan pemeriksaan terhadap Para Wijayanto. 

"JI akhirnya dipimpin oleh amir bernama Para Wijayanto yang mana dikepemimpinan yang ini, dia memfokuskan kepada dakwah kemudian rekrutmen anggota baru dan kemudian tentang pendidikan," kata Argo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 4 Januari.

Konsep baru yang dibuat oleh Para Wijayanto ini, sambungnya, dibuat agar kelompok teroris ini tak mudah terendus oleh Densus 88 Anti Teror.

"Para Wijayanto membuat struktur dan mengubah konsep yang lama. Jadi kepengurusan yang lama itu konsepnya adalah perjuangan JI berdasarkan pedoman umum, dia membangun suatu konsep tastos yaitu artinya total ambiah sistem total solutions," ungkapnya. 

Tastos ini, kata Argo, juga berisi standar untuk menjaga keamanan yang juga bersifat bertahan agar kelompok ini tak mudah ditangkap.

Dia memaparkan selama Para Wijayanto menjadi pemimpin kelompok ini, sudah ada tujuh angkatan teroris yang merupakan kader muda dikirim ke Suriah. Hal ini dilakukan sejak 2013 hingga 2018 lalu. 

"Menurut keterangan amir Para Wijayanto bahwa sudah mengirim kader mudanya ke Suriah sejak tahun 2013 sampai 2018, sudah ada tujuh angkatan yang dikirim," ujarnya.

Terkait pemberangkatan ini, Argo mengatakan para anggota JI muda ini lebih dulu membuat surat wasiat sebelum diberangkatkan. 

Surat wasiat itu sendiri disimpan oleh JI yang nantinya akan diberkan kepada keluarga dari anggota JI yang tewas di Suriah.  

"Setiap kader muda JI yang diberangkatkan ke Suriah itu bahwa dia sudah dibekali surat wasiat, dibawa, dipegang oleh amir. Kalau misalnya mati sahid disana nanti surat wasiat itu ditujukan ke amirnya sama keluarganya," jelasnya.

Selain itu, jika ada anggota yang tewas, Jamaah Islamiyah akan memberikan santunan. Namun untuk jumlah santunanya Argo tidak membeberkannya. "Nanti dari pengurus JI akan menguruskan santunan kepada keluarganya itu kalau yang mati sahid di negara lain," pungkasnya.