Bagikan:

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak seluruh elemen melakukan transformasi koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ke dalam rantai nilai (value chain). 

Menurut Teten, salah satu daerah yang memiliki potensi ekonomi yang besar untuk koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (KUMKM) yaitu Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. 

Daerah itu, kata Teten, mempunyai komoditas unggulan di sektor pertanian dan perkebunan seperti karet, kelapa sawit, padi, dan jagung, yang sudah menjadi ikon daerah dan dapat dioptimalkan guna meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

"UMKM didorong untuk terintegrasi dari hulu ke hilir dalam ekosistem bisnis dan terhubung dengan rantai pasok industri nasional bahkan global. Itu salah satu fokus kami ke depan," kata Teten dalam keterangan tertulis yang diterima VOI, Sabtu, 19 Desember.

Menurut dia, transformasi KUMKM akan meningkatkan rasio partisipasi rantai pasok global UKM Indonesia yang saat ini masih rendah sekitar 4,1 pesen. 

Teten menyebut, transformasi UMKM dapat dilakukan melalui korporatisasi petani atau nelayan. Mereka dihimpun dalam sirkuit ekonomi melalui kelembagaan koperasi. 

"Para petani dengan skala kecil-kecil dapat bergabung dalam koperasi, terintegrasi hulu ke hilir baik dari pembiayaan sampai dengan akses pasar, melibatkan K/L terkait, BUMN, dan BUMD sehingga dapat memenuhi skala ekonomi dan petani/nelayan pun lebih sejahtera," jelasnya. 

Daya Tahan KUMKM

Teten juga menekankan pentingnya memperkuat daya tahan koperasi dan UMKM di tengah pandemi seperti sekarang ini. Sebab, di sinilah sebagian besar pelaku usaha dan tenaga kerja Indonesia terserap.

Salah satu caranya dengan memberikan berbagai stimulus, baik itu kepada mereka yang bankable (melalui program restrukturisasi maupun insentif pajak) dan non bankable melalui program Banpres Produktif untuk Usaha Mikro kepada 12 juta orang.

Selain itu, KUR Super Mikro dengan tambahan subsidi bunga KUR 6 persen. Bunga KUR dengan pinjaman di bawah Rp10 juta menjadi 0 persen hingga Desember 2020.

"Upaya lain adalah dengan memperbesar kapasitas UMKM kita beradaptasi dengan kenormalan baru," ujar dia. 

Pihaknya juga mendorong pelaku UMKM masuk ke dalam ekosistem digital. Sebab, tren ekonomi digital selama pandemi tumbuh positif dengan 38 pesen pengguna internet baru, 93 persen konsumen tetap memanfaatkan digital pasca pandemi, serta rerata waktu online perharinya 4,3 hingga 4,7 jam per orang berdasarkan data Google, Temasek, dan Bain Research.

Untuk mendorong kegiatan usaha UMKM, pemerintah meningkatkan belanja pemerintah, pemerintah daerah, maupun BUMN, untuk produk-produk UMKM dan koperasi. 

"Di mana 40 persen belanja pemerintah dialokasikan untuk menyerap produk UMKM melalui Laman UMKM dan Bela Pengadaan, serta Belanja BUMN," jelas Teten.