Pulang Cari Kayu Bakar, Warga Manokwari Barat Dihadang 2 Pria Tak Dikenal dan Ditembak Pada Bagian Perut
Satu korban penembakan OTK di kampung Mandopi Manokwari Utara mendapatkan pengobatan medis di Rumah Sakit TNI AL dr.Azhar Zahir Manokwari/ANTARA

Bagikan:

MANOKWARI - Jajaran Polres Manokwari mendalami insiden penembakan di bagian perut terhadap satu warga sipil oleh orang tak dikenal (OTK) saat melintasi jalur Kampung Mandopi Distrik Manokwari Utara, Rabu, pukul 06.30 WIT.
 
Kapolres Manokwari AKBP Parasian Herman Gultom membenarkan insiden penembakan yang melukai satu warga sipil di kawasan Mandopi Manokwari Utara. Kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian.
 
Sementara korban penembakan sudah dievakuasi ke Rumah Sakit TNI AL dr. Azhar Zahir Manokwari.
 
"Tim identifikasi Polres Manokwari sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengambilan keterangan warga sekitar untuk mengungkap terduga pelaku, sementara korban atas nama Ralas Tana (54) sudah dievakuasi ke RS AL Manokwari untuk pengobatan akibat luka tembak di bagian perut," ujarnya saat dikonfirmasi di Manokwari, Antara, Rabu, 23 November. 
 
Kapolres mengatakan, berdasarkan keterangan awal, korban RT merupakan warga kampung Borobudur kelurahan Padarni Manokwari Barat yang hendak mencari kayu bakar di kawasan Mandopi Manokwari Utara. Saat pulang, korban dihadang dua orang laki-laki tidak dikenal.
 
"Korban dihadang dua OTK sekitar pukul 06.30 WIT, sempat berkomunikasi menanyakan tujuan kedatangan korban di wilayah itu, namun salah satu diantaranya mengeluarkan senjata api laras pendek dari dalam noken (tas) dan menembak korban yang berdiri sekitar tiga meter, sehingga melukai bagian perut korban," ungkapnya. 
 
Setelah penembakan, korban berusaha melarikan diri mencari pertolongan ke jalan utama (jalur aspal). Korban sempat dikejar kedua OTK, namun tidak berhasil setelah korban tiba di jalan utama dan mendapatkan pertolongan warga yang melintas.
 
 
"Saat ini kami masih melakukan pengembangan di lapangan untuk mengungkap identitas kedua pelaku yang masih berstatus sebagai OTK bersenjata di wilayah Mandopi tersebut," tutur Kapolres Manokwari.