Wali Kota Eri Cahyadi Intruksikan Percepat Pengerjaan Saluran Cegah Banjir di Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan sidak pengerjaan saluran di sejumlah titik di wilayahnya/FOTO: Humas Pemkot Surabaya

Bagikan:

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan sidak pengerjaan saluran di sejumlah titik di wilayahnya. Sidak ini lantaran pengerjaan saluran untuk mencegah terjadinya banjir saat hujan mangkrak.

"Kalau mangkrak begini dilihat orang tidak pantas). Ngerjakan kok nunggu malam, nggak masuk akal," kata Eri, didampingi Camat Jambangan, Annita Hapsari Sesoria, dan Camat Gayungan, Agus Tjahyono, saat meninjau saluran di Jalan Karah Agung, Kecamatan Jambangan, Senin, 26 September.

Eri mengaku ingin pengerjaan saluran dan sodetan itu dikebut pagi atau siang hari, agar lebih cepat selesai. Sebab menurutnya, ketika saluran itu dikerjakan pada malam hari tidak akan efektif. 

Karena itu Eri tidak ingin pengerjaan saluran itu dilakukan setengah-setengah. Ketika dilakukan pengerukan saluran, ia meminta agar segera dipasang box culvert kemudian ditutup kembali secara berurutan agar jalan bisa digunakan sebagian oleh warga. 

Menurutnya, ketika pengerjaan saluran masih menggunakan cara lama tidak akan segera rampung. Selain itu, dia juga meminta kepada camat dan lurah untuk memberikan pengertian, dan sosialisasi kepada warga ketika ada pengerjaan saluran.

"Metode lama kok masih dipakai. Habis dikeruk, ditutup, setelah itu beberapa meter lagi kayak gitu. Jangan sampai belum ditutup, terus mengeruk yang di sana," ujarnya 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan sidak pengerjaan saluran di sejumlah titik di wilayahnya/FOTO: Humas Pemkot Surabaya

Sementara itu, Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), Eko Juli Prasetya menjelaskan bahwa arahan dari Wali Kota Surabaya itu menjadi bahan evaluasi bagi timnya dalam pengerjaan saluran.

Evaluasi yang dilakukan salah satunya adalah soal jam pengerjaan saluran.

"Selain itu, kami juga akan evaluasi penyedia jasa, ketika tidak memenuhi kewajibannya sesuai dengan kontrak, maka akan kita sanksi," kata Eko. 

Saat ini, lanjut Eko, DSDABM Kota Surabaya sedang mengerjakan saluran dan sodetan di 55 titik rawan genangan. Diantaranya, ia menyebutkan, ada di kawasan Jalan Ahmad Yani dan di tengah kota sekitar Jalan Panglima Sudirman serta Jalan Embong Kenongo. 

Kemudian juga ada di kawasan Kecamatan Jambangan, mulai dari Jalan Karah, Jalan Kebonsari, Jalan Ketintang sisi barat dan sekitarnya.

Sedangkan di wilayah Kecamatan Gayungan, ada di Jalan Menanggal dekat gedung Graha Pangeran dan Jalan Ahmad Yani.

"Selain 55 pengerjaan saluran dan sodetan, kami juga sedang melakukan pembangunan dan peningkatan kapasitas rumah pompa," ujarnya. 

Di samping itu, Camat Jambangan, Annita Hapsari Sesoria, mengaku bersama jajarannya telah melakukan sosialisasi kepada warga sebelum pelaksanaan pengerjaan saluran dimulai.

Selain itu, ia juga berkoordinasi dengan Polsek Jambangan untuk membantu pengaturan lalu lintas di area sekitar pengerjaan saluran.

"Tadi Pak Wali (Eri Cahyadi) minta agar saluran itu dikerjakan pada pagi atau siang, sekitar pukul 10.00 WIB. Karena beliau ingin pengerjaan dilakukan pada pagi, kami bersama jajaran akan menginformasikan kembali ke masyarakat," katanya.