Mulai 11 Oktober Nanti, Sejumlah Aturan Kemudahan Bisa Jadi Bikin Pariwisata Jepang Menggeliat Lagi
Photo by Shot by Cerqueira on Unsplash

Bagikan:

JAKARTA - Cukup 2 tahun lebih negeri Sakura melakukan pembatasan gila-gilaan untuk menekan laju penyebaran COVID-19. Dan mulai 11 Oktober nanti, segala aturan akan resmi dilonggarkan di Jepang.

Perdana Menteri Fumio Kishida memberlakukan bebas visa, kepergian tanpa agen travel dan menghapuskan batas kedatangan harian. Ini jadi kebijakan besar setelah hampir 2,5 tahun pembatasan ketat COVID-19.

Pemerintah juga akan meluncurkan program diskon perjalanan nasional, yang telah ditangguhkan karena penyebaran infeksi COVID-19.

Pengumuman yang sudah lama dinantikan itu disebut Kishida dalam kunjungannya ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB, seperti dikutip dari Japan Times, Jumat 23 September.

“Saya berharap banyak orang akan memanfaatkannya,” kata Kishida pada konferensi pers.

“Saya ingin mendukung perjalanan, hiburan, dan industri lain yang telah berjuang selama pandemi virus corona," lanjutnya.

Jepang sejatinya telah mengizinkan turis masuk sejak Juni lalu. Namun mereka harus dalam bagian para agen travel.

Pada 7 September, pemerintah mengizinkan mereka yang melakukan tur tanpa pemandu yang telah memesan penerbangan dan hotel mereka melalui agen perjalanan terdaftar.

Tetapi langkah-langkah itu tidak populer dengan banyak turis asing yang menginginkan kebebasan yang lebih besar selama perjalanan mereka. Turis masih perlu divaksinasi tiga kali atau menyerahkan hasil tes COVID-19 negatif sebelum perjalanan mereka.

Program perjalanan domestik nasional yang menawarkan diskon untuk perjalanan, masuk ke taman hiburan, dan untuk acara olahraga dan konser juga akan dimulai pada 11 Oktober. Orang yang telah divaksinasi tiga kali atau menyerahkan hasil tes negatif akan memenuhi syarat untuk mendapatkan diskon.

Program ini menawarkan bantuan keuangan hingga 11.000 ($77) per orang untuk menginap satu malam. Langkah tersebut akan disambut baik oleh sektor pariwisata nasional, yang telah terpukul keras oleh pandemi.