Bagaimana Peranan Perempuan untuk Pemberdayaan UMKM? Ini Kata Menkop Teten
Menkop UKM Teten Masduki (Foto via Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki menyebut peran perempuan memegang peranan penting untuk memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi.

Kata Teten, penguatan pemberdayaan pelaku UMKM di Tanah Air yang sebagian besar merupakan perempuan perlu dilakukan agar UMKM dapat makin mendukung pemerataan ekonomi.

"Mayoritas pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan, dengan presentasi sebesar 64,5 persen," kata Teten dalam acara Transformasi Koperasi Digital oleh Digital Economy Working Group (DEWG) dalam rangkaian G20 di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin 15 Agustus.

Ia memastikan potensi ekonomi dari UMKM yang dikelola oleh perempuan perlu terus digali. Di antaranya, kata dia, dengan mengkonsolidasi UMKM perempuan dalam wadah koperasi.

"Sehingga mereka dapat mengakses beragam fasilitas dan manfaat yang dimiliki oleh koperasi," kata dia.

Selain itu, menurut dia, dorongan para UMKM dan koperasi untuk masuk ke ranah digitalisasi juga menjadi sebuah keniscayaan guna mewujudkan kemandirian pangan.

Sementara itu, Deputi Bidang Perkoperasian Kemenkop UKM Ahmad Zabadi mengatakan koperasi yang dikelola oleh perempuan mempunyai potensi yang cukup besar dalam melaksanakan pemberdayaan wanita.

Nantinya, kata dia, koperasi tersebut bisa menjadi wadah untuk perempuan dalam hal pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan kualitas hidup perempuan.

"Koperasi bisa menciptakan peluang bagi wanita untuk membantu diri sendiri dan tidak banyak terhambat oleh ideologi patriarki yang mengutamakan pria, karena dalam koperasi, semua anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama," kata Ahmad dinukil dari Antara.

Saat ini, lanjut dia, pemerintah terus berusaha memperkuat kebijakan dan program transformasi digital koperasi dan UMKM dengan menyusun target 30 juta UMKM yang menerapkan digitalisasi, 500 koperasi modern, dan 17,6 persen kontribusi ekspor UMKM pada tahun 2024.

"Semua ini menjadi ikhtiar agar kekuatan ekonomi digital Indonesia dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat seluas-luasnya," kata Ahmad.