Bagikan:

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan target yang harus dicapai hingga masa jabatannya berakhir pada 2024 adalah membangun 61 bendungan hingga 4.500 embung. Pembangunan infrastruktur bidang pertanian ini telah dilakukan sejak 2015.

Hal ini Jokowi sampaikan saat menerima penghargaan sistem pertanian-pangan tangguh dan swasembada beras tahun 2019-2021 melalui penggunaan teknologi inovasi padi dari International Rice Research Institute (IRRI).

“Seingat saya, sampai hari ini telah diresmikan 29 bendungan besar dan tahun ini akan selesai lagi totalnya 38 bendungan. Dan sampai tahun 2024 akan kita selesaikan kurang lebih 61 bendungan plus embung 4.500 embung, dan 1,1 juta jaringan irigasi yang telah kita bangun selama 7 tahun ini,” kata Jokowi di Istana Negara, Minggu, 14 Agustus.

Jokowi mengungkapkan, peningkatan infrastruktur pertanian dalam kepemimpinannya ini diiringi dengan pemanfaatan varietas-varietas unggul padi serta program intensifikasi dan ekstensifikasi memacu peningkatan produksi pertanian beras di Tanah Air sehingga Indonesia berhasil berswasembada.

Pada 2019, produksi beras di tanah air sebesar 31,3 juta ton, jumlah yang sama dengan produksi di tahun 2020 dan 2021. Adapun stok beras yang dimiliki Indonesia hingga akhir bulan April 2022, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), mencapai 10,2 juta ton.

"Stok (beras) kita di lapangan jumlahnya di akhir April 2022 tertinggi, yaitu 10,2 juta ton. Kalau ditanya barangnya ada di mana? ada di masyarakat, di petani, di restoran-restoran juga di Bulog plus beberapa industri-industri pangan," urai Jokowi.

Jokowi pun menjelaskan bahwa surplus atau stok beras yang dimiliki di tengah krisis pangan dunia, menjadi salah satu indikator Indonesia berhasil meraih penghargaan atas sistem ketahanan pangan yang baik dari IRRI.

“Inilah yang menyebabkan kenapa pada hari ini diberikan kepada kita sebuah sertifikat bahwa Indonesia dinilai memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dan sudah swasembada pangan,” tandasnya.